SIJUNJUNG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi teknologi raised bed organik bagi masyarakat di Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Program tersebut diterapkan melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pemanfaatan pekarangan.
Program bertajuk “Pengembangan Raised Bed Organik untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Keluarga” itu diketua tim Kiki Amelia, S.P,.M.P dilaksanakan pada Rabu (29/7) di Kantor Wali Nagari Kumanis.
Kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen UNP dalam menghadirkan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Wali Nagari Kumanis, April Mulyadi, dan diikuti 30 peserta dari unsur PKK, masyarakat, ninik mamak, serta tokoh masyarakat. Kegiatan menghadirkan Santi Diana Putri, S.Si., M.Si., dosen Departemen Agroindustri FMIPA UNP Kampus Sijunjung, sebagai narasumber dalam penguatan pengetahuan budidaya organik berbasis sumber daya lokal.
Masyarakat diperkenalkan dengan teknologi raised bed organik, yaitu sistem budidaya menggunakan bedengan yang ditinggikan dengan pengelolaan media tanam secara optimal.
Teknologi ini menjadi solusi untuk lahan terbatas karena mampu meningkatkan kualitas media tumbuh, efisiensi penggunaan air, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta menghasilkan pangan yang sehat dan ramah lingkungan.
Ketua tim pengabdian, Kiki Amelia, S.P., M.P., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan pelatihan budidaya tanaman, tetapi juga memperkenalkan paket teknologi pendukung berupa pembuatan pupuk organik berbahan lokal, pestisida nabati, teknik hemat air, sistem irigasi gravitasi sederhana, serta pendampingan manajemen usaha dan pemasaran hasil panen. “Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan pangan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan pekarangan sebagai sumber ekonomi baru,” tutur Kiki Amelia.
Program dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan masyarakat, implementasi teknologi melalui pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan program. Tahap selanjutnya akan dilakukan pembangunan demplot raised bed organik di sekitar Kantor Wali Nagari Kumanis sebagai pusat pembelajaran praktik budidaya bagi masyarakat.
Menurut Santi Diana Putri, S.Si., M.Si., pengembangan pertanian organik berbasis pekarangan merupakan strategi penting dalam membangun kemandirian pangan keluarga. “Teknologi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mendorong masyarakat mengelola sumber daya lokal secara produktif, efisien, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Wali Nagari Kumanis, April Mulyadi, mengapresiasi program pengabdian UNP tersebut dan berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi gerakan pemanfaatan pekarangan produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang melalui pendanaan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Nomor Kontrak 2780/UN.35/PM/2026. Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada LPPM UNP atas dukungan pendanaan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi teknologi.
Melalui kolaborasi antara UNP, Pemerintah Nagari Kumanis, dan masyarakat, program raised bed organik diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan peluang ekonomi keluarga. (ndo)






