METRO PADANG

Peringatan Puncak HUT ke-81 Kejaksaan, Kejari Padang Gelar Upacara

×

Peringatan Puncak HUT ke-81 Kejaksaan, Kejari Padang Gelar Upacara

Sebarkan artikel ini
Kajari Padang, DR Koswara, SH, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kejaksaan RI.

PADANG, METRO– Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kejaksaan RI, Rabu (2/9) di Halaman Kantor Kejari Padang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang, DR Koswara, SH, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara yang diikuti seluruh jajaran Kejari Padang.

Selain upacara, Peringatan HUT ke-81 kejaksaan RI juga dimeriahkan dengan kesenian lomba nyanyi. Sebelum peringatan puncak hari itu, juga dilaksanakan rangkaian kegiatan perlombaan yang diikuti internal Kejari Padang.

Pada kesempatan upacara hari itu, Koswara membacakan amanat Jaksa Agung RI, Burhanuddin. Koswara mengatakan, tepat 81 tahun lalu, di saat Indonesia baru 15 hari Merdeka, sejarah mencatat kelahiran kejaksaan.

Ketika itu, Mr. Gatot Taroenamihardja dilantik sebagai Jaksa Agung pertama, menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang Kejaksaan dalam menjaga kedaulatan hukum di bumi pertiwi.

“Kehadiran kejaksaan di awal kemerdekaan bukan hanya sebagai birokrasi, melainkan pernyataan tegas Indonesia merdeka secara politik dan hukum. Kita hadir sebagai pengawal cita-cita proklamasi dan penjaga martabat bangsa. Maka, peringatan hari ini adalah refleksi jati diri insan Adhyaksa, pengingat jasa pendahulu, sekaligus panggilan untuk terus mengabdi dengan tulus kepada institusi, bangsa, dan negara,” kata Burhanuddin.

Baca Juga  Ormas Didorong Gunakan Digitalisasi untuk Pelaporan

Ada yang berbeda dalam Peringatan Hari Lahir Kejaksaan tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, memperingati hari kebesaran institusi dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara I (PDU-I), maka hari ini dengan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

“Pilihan ini bukan sekadar perubahan seragam, melainkan memiliki makna yang harus kita hayati bersama. PDL yang kita kenakan hari ini melambangkan kesiapsiagaan insan Adhyaksa dalam menghadapi setiap keadaan,” tegasnya.

“Di tengah berbagai ujian yang sedang kita hadapi, kita diingatkan bahwa insan Adhyaksa harus senantiasa siap hadir, siap bekerja, dan siap mengabdi kapan pun negara dan masyarakat membutuhkan. Kita tahu, perjalanan Kejaksaan tidak selalu mulus. Tantangan datang dari dalam dan luar, menguji kita berulang kali. Tak jarang kita terpuruk dan kecewa,” ucapnya.

Baca Juga  Andre Rosiade: 10 Pemain Asing Siap, Semen Padang FC Lebih Kompetitif di Putaran Kedua

Tantangan ini tidak boleh membuat larut dalam keterpurukan. Setiap keterpurukan harus menjadi titik balik menuju keadaan yang lebih baik. “Inilah saatnya kita bangkit bersama, memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan kejaksaan mampu melewati setiap ujian sehingga menjadi semakin kuat,” tegasnya lagi.

Kejaksaan menurutnya, tidak dapat berdiri sendiri dalam menegakkan hukum dan keadilan. Karena itu Burhanuddin meminta perkuat koordinasi dan kolaborasi yang harmonis dengan lembaga penegak hukum lain. Termasuk kementerian/lembaga pemerintah lainnya, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan masyarakat sipil.

“Wujudkan penegakan hukum yang terpadu dan terintegrasi dengan saling menghormati kewenangan masing-masing, tanpa kehilangan independensi, objektivitas, dan integritas sebagai penegak hukum. Dengan sinergi yang kuat dan harmonis, penegakan hukum akan lebih efektif, efisien, terpercaya, dan memberikan kepastian serta keadilan bagi seluruh masyarakat,” harapnya.(fan)