PARIWARA

Pengelola dan PKL BTC Minta Dispensasi di Bukittinggi

×

Pengelola dan PKL BTC Minta Dispensasi di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

Pedagang Kaki Li­ma (PKL) serta pengelola Banto Trade Centre (BTC) atau Pasar Banto men­datangi DPRD Bukittinggi, Senin (5/7). Kedatangan para pedagang dan Penge­lola BTC menyampaikan aspirasi penangguhan pe­ner­tiban Pedagang Sayap BTC yang akan dilaksa­nakan, Rabu (7/7).

Rombongan peda­gang dan pengelola BTC ini dipimpin Amril Anwar atau dikenal Am Kartago selaku kuasa atau per­wakilan Direksi PT. Citicon Mitra Bukittinggi (CMB) serta Perhimpunan Peda­gang BTC atau Pengelola BTC. Rombongan diterima Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan bersama Wakil Ketua Nur Hasra dan anggota DPRD Bu­kittinggi lainnya.

Sebelum diterima Ke­tua DPRD, rombongan pedagang itu menggelar aksi damai di depan Ge­dung DPRD sembari mem­bawa spanduk dan bero­rasi. Walaupun Bukittinggi diguyur hujan, namun ti­dak menyurutkan hati e­mak-emak itu berusaha mendapatkan hak ber­jua­lan di Pasar Banto. Para pedagang memo­hon ke­pa­da Walikota Bu­kittinggi agar bisa ber­jualan di sayap BTC ter­sebut. Me­re­ka hanya men­cari hidup atau mencari nafkah.

“Daripada kami digu­sur berdagang di jalan raya, biarlah kami jualan di Pasar Banto. Kami mo­hon jangan diganggu. Ka­mi pun membayar dan berusaha mencari hidup. Kemana nasib kami akan diadukan. Kita sama-sa­ma mencari uang. Kenapa kami harus dibedakan dengan pedagang Pasar Bawah. Jika tidak berda­gang, anak-anak kami ti­dak makan. Kemana lagi kami akan berjualan jika digusur di Pasar Banto. Jadi, tolonglah pikirkan nasib kami ini, Pak Wali,” kata Usniati, salah se­orang pedagang Pasar Banto yang diamini peda­gang lainnya.

Baca Juga  Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu Dilantik, Harapan Baru Masyarakat Kabupaten Solok

Robi, Pengelola Pasar Pagi Pasar Banto selaku pihak ketiga mengatakan, para pedagang meminta untuk diberikan kesem­patan berjualan di seke­liling BTC tersebut. “Peda­gang hanya berharap bisa terus mencari nafkah di Pasar Banto. Pedagang membayar retribusi ke pihak ketiga dan pihak ketiga membayar ke Citi­con. Bukan hanya sampai bulan Desember, tapi pe­da­gang ingin lebih lama di Pasar Banto tersebut. Pe­dagang hanya mencari nafkah bukan mencari kaya. Mereka juga ber­tanya kenapa digusur. Jadi, pedagang meminta kepa­da DPRD Bukittinggi, untuk mencarikan solusi dari persoalan ini,” jelas Robi.

Sementara itu, Amril Anwar selaku Perwakilan Direksi PT. Citicon me­ngung­kapkan, Pemko ja­ngan arogan dan jangan menekan orang susah. “Mari kita cari solusinya. Bagaimana mengusir pe­dagang. Apalagi melihat mereka menenteng “Kati­diang” sayur untuk seka­dar membeli beras untuk anaknya. Mereka tidak mencari kaya di sana. Kita minta DPRD bisa mem­bicarakan dengan wali­kota. Namun, tidak meng­ganggu pedagang. Di da­lam BTC akan dijadikan pasar bersih. Yang di luar BTC jangan mengganggu lalu lintas atau jalan raya. Pedagang di luar BTC ini juga membantu BTC ter­ma­suk membayar listrik dan sebagainya. Kami ju­ga berharap jangan ada isu-isu yang dihembuskan. Isu-isu tersebut seperti Pasar Banto dikuasai “U­rang Bagak”, preman dan sebagainya. Jangan meli­hat sepihak adanya isu tersebut. Kami tegaskan BTC tidak ada dikuasai preman atau sebagai­nya,” tegas Am Kartago.

Baca Juga  Pasar Pauhkambar Ditinjau Suhatri Bur, Diterjang Puting Beliung, Pasar segera Diperbaiki

Ia berharap, nasib pe­da­gang bisa menjadi per­ha­tian DPRD Bukittinggi. Biarlah pedagang berjua­lan di sana Pemko jangan arogan dan jangan main usir. “Kita mohon kepada Pemko jangan dulu terjadi penggusuran. Pedagang di sisi BTC jangan diko­songkan,” tukas Amril.

Ketua DPRD Bukitt­ing­gi, Herman Sofyan di­dampingi Wakil Ketua DPRD, Nur Hasra men­jelaskan, DPRD menerima aspirasi pedagang BTC atau Pasar Banto. DPRD akan menjembatani an­tara pedagang dengan Pemko Bukittinggi. “Nan­tinya, DPRD butuh doku­men termasuk perjanjian dengan pemerintahan da­erah sebelum­nya. Doku­men tersebut bisa disam­paikan ke DPRD. Kami juga telah menghubungi walikota. Beliau menye­butkan permintaan peda­gang BTC ditampung dulu. Nantinya diagendakan untuk dibahas bersama Pemko. Pertemuan terse­but antara Pemko dan pengelola Citicon,” terang Herman. (pry)