METRO SUMBAR

Pendaftaran Dibuka 27 Juli hingga 31 Agustus, Wardah Inspiring Teacher Hadir September hingga November

×

Pendaftaran Dibuka 27 Juli hingga 31 Agustus, Wardah Inspiring Teacher Hadir September hingga November

Sebarkan artikel ini
TOKOH INSPIRATIF— Sosialisasi WIT menghadirkan narasumber Tokoh Inspiratif Aktris, Dewi Sandra, Ketua TP PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi, Head Of Corcomm Paragon Corp, Suci Hendrina, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius, Guru dan Alumni WIT tahun 2021, Yusma Elda.

PADANG, METRO–Guru se-Indonesia ber­kesempatan mengikuti program Wardah Insp­iring Teacher (WIT) yang digelar oleh PT. Paragon Technology and Innovation pada September hingga akhir November 2023 mendatang.  Pada program kali ini, Wardah su­dah membuka link pen­daftaran bagi para guru yang ingin ikut dalam program yang dicanangkan oleh Paragon Corp ini. Pendaftarannya sudah dibuka 27 Juli lalu hingga 31 Agustus 2023.

Sosialisasi program ini digelar di Hotel Truntum Kota Padang, dengan meng­hadirkan narasumber To­koh Inspiratif Aktris serta Brand Ambassador War­dah, Dewi Sandra, Ketua TP PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi, Head Of Corcomm Paragon Corp, Suci Hendrina, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Su­matera Barat (Sumbar) Barlius, Guru dan Alumni WIT tahun 2021, Yusma Elda.

Pada kesempatan itu, Suci Hendrina, mengatakan akan menjaring 2 ribu guru se-Indonesia, mulai dari guru TK hingga guru SMA, yang hadir pertama di Padang. “Peserta yang ikut nantinya diberikan pe­latihan dan belajar bersama-sama yang akan di­dampingi oleh para Alumni WIT tahun sebelum­nya,” katanya, Sabtu, (5/8).

Ditambahkan Nelsa Dwi Wahyuni, selaku CSR Senior Officer PT. Paragon, panjangnya rangkaian a­cara yang akan digelar ter­sebut, yang direncanakan pada September hingga akhir November nanti, ma­ka panitia acara menekankan persyaratan utama­nya guru yang benar-benar aktif dan yang mau serta punya keinginan belajar bersama.

“Persyaratan masih sama seperti tahun sebe­lumnya, yakni guru aktif, guru yang mempunyai keinginna yang tinggi untuk belajar bersama, karena rangkaian acara kita begitu panjang. Tahun ini kita tambah satu persyaratan lagi, yaitu guru yang aktif di sosial media. Harapannya agar dapat menularkan ilmu serta semangat belajar ke guru lainnya,” ungkap Nelsa.

Baca Juga  Sambut HUT Bhayangkara ke 73, Polres Pessel gelar Jalan Sehat

Dengan mengusung tema ‘Transformasi Guru untuk Merangkul Perubahan dan Kemajuan Pendidikan’ ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta kapasitas seorang guru dalam merangkul semua peserta didik, serta dapat menginspirasi peserta didiknya.

Disampaikan Dewi Sandra, di era zaman ge­nerasi Z sekarang ini, adab sangat penting dalam me­ngimbangi ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin hari semakin pesat berkembang. De­ngan pesatnya perkem­bangan ilmu pengetahuan, sejalan dengan itu adab sangat penting untuk mem­bentuk akhlak ge­ne­rasi muda.

“Bahkan para ulama sering mengingatkan kepada umat, adab lebih dahulu daripada ilmu pengetahuan, di sinilah peran guru sangat penting dalam memasukkan nilai-nilai abad dalam mendidik peserta didiknya di sekolah,” ungkap Dewi Sandra.

Pada kesempatan itu, Dewi Sandra juga memuji dan mengagumi profesi guru sebagai profesi yang mulia, dia juga mengatakan ketertarikan untuk menjadi guru. “Seharusnya saya dulu menjadi seorang Gu­ru, bukannya penyanyi,” katanya disambut sorak tawa dari peserta yang hadir.

Sementara itu, Harneli Mahyeldi menegaskan, peran serta orang tua da­lam mendidik anak juga sangat diperlukan, karena anak di sekolah hanya bertahan beberapa jam. Sementara sepenuhnya berada bersama orang tuanya di rumah.

Baca Juga  Vaksinasi Covid-19, Warga bisa Kunjungi Gerai di Pasar dan Koramil

“Di era digital sekarang ini, kolaborasi orang tua dan guru sangat penting dalam mendidik anak. Ka­rena orang tua guru pertama bagi anak-anak, dan memiliki waktu yang seutuhnya bersama putra-putrinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Yusma Elda, Alumni WIT, serta tenaga pendidik di SMKN 2 Padang Panjang menyinggung tentang kebiasaan generasi Z saat ini tidak betah berlama-lama berada di ruangan kelas. Kata­nya, generasi sekarang sangat cepat merasa bo­san.

“Palingan generasi Z di era sekarang hanya mampu fokus bertahan di ruang belajar sekitar 15 menit. Melalui inovasi serta kre­ativitas seorang diharapkan dapat membuat mereka nyaman di kelasnya,” ungkap Elda.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius, me­ngatakan, tidak ada anak yang bodoh, yang ada ka­tanya, adalah guru yang belum menemukan metode belajar yang disenangi oleh murid.

Lanjutnya, guru yang baik adalah guru yang bisa memotivasi, menginspirasi, serta membangkitkan potensi yang ada pada anak didiknya. “Untuk itu, guru harus bisa memba­ngun komunikasi interpersonal di kelas dan menghargai siswanya,” tutup­nya

Di penghujung acara, Dewi Sandra beserta narasumber lainnya di serbu hadirin saat sesi foto bersama bersama 400 tenaga pendidik yang datang dari seluruh daerah di Sumbar. (cr2/fan)