PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pemko Payakumbuh Dukung DPD LAKAM, Lestarikan Adat dan Budaya Minangkabau melalui Lomba dan Festival

×

Pemko Payakumbuh Dukung DPD LAKAM, Lestarikan Adat dan Budaya Minangkabau melalui Lomba dan Festival

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, METRO— Pemerintah Kota Pa­yakumbuh mendukung DPD Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kota Payakumbuh dalam melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui Lomba Foto Berbusana Minang dan Festival/Karaoke Lagu Minang da­lam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pa­yakumbuh Elzadaswarman saat menerima Ke­tua D­PD LAKAM Kota Pa­yakumbuh FM. Dt. Bandaro Nan Balidah bersama jajaran pengurus dan pa­nitia di ruang kerja Wakil Wali Kota, Selasa (11/8).

Dalam pertemuan ter­sebut, DPD LAKAM me­nyampaikan rencana pe­laksanaan lomba dan festival pada 29–30 Agustus 2026 di Pentas Belakang Kantor Disparpora Kota Payakumbuh, kawasan Ngalau.

Elzadaswarman me­ngatakan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan adat serta budaya Minangkabau, sekaligus mem­­­­berikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mencintai budaya daerah. “Sebagai pemerintah daerah tentu akan kita dukung dan kita sokong penuh. Bagaimana budaya ini bisa menjadi sebuah hal yang harus kita ikuti bersama untuk me­wujudkan masyarakat Pa­yakumbuh yang cinta a­dat,” katanya.

Menurutnya, pelestarian adat dan budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Syarak Mangato, Adat Mamakai harus terus kita hidupkan dalam kehidupan berma­sya­ra­kat,” ujarnya.

Baca Juga  Juara Lomba Lagu Kedaerahan di Payakumbuh Diumumkan

Ketua DPD LAKAM Ko­­ta Payakumbuh FM. Dt. Bandaro Nan Balidah me­ngatakan kegiatan tersebut memanfaatkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat ter­hadap pakaian, lagu, dan nilai-nilai budaya Minangkabau. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bernuansa adat dan budaya. Harapan kami, masyarakat dapat ikut berpartisipasi sekaligus mengenal dan mencintai kembali budaya Minangkabau, terutama generasi muda,” katanya. (uus)