METRO PADANG

Pelaku Usaha di Kota Padang harus Cerdas dengan Aplikasi OSS Berbasis Risiko

×

Pelaku Usaha di Kota Padang harus Cerdas dengan Aplikasi OSS Berbasis Risiko

Sebarkan artikel ini
BIMTEK— Kepala DPMPTSP Padang Corri Saidan memberikan sambutan saat pembukaan Bimtek OSS RBA dan LKPM, beberapa waktu lalu.

PADANG, METRO–Kepala DPMPTSP Padang Corri Saidan mengata­kan seiring perubahan zaman yang diikuti dengan perkembangan teknologi informasi di segala bidang, menuntut pelayanan perizinan berusaha yang lebih cepat, melalui aplikasi yang terintegrasi secara elek­tronik dan bersifat nasional untuk kepenti­ngan stakeholder yang akan berin­vestasi di daerah.

Hal itu disampaikan Corri Saidan pada menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) OSS RBA dan LKPM beberapa waktu lalu. Menyikapi perubahan itu, Pemerintah telah menetapkan kebijakan me­lalui UU No. 11 tahun 2020 yang biasa disebut UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya.

Sehingga semua aspek dalam pelayanan publik, termasuk pelayanan perizinan berusaha di daerah, turut mengalami perubahan menyesuaikan dengan pola yang ditetapkan da­lam UU Cipta Kerja.

Baca Juga  BPBD Salurkan 5.000 Liter Air di Kawasan Gunung Padang, 3 Bulan Warga Krisis Air Bersih, Musim Kemarau, Sumber Mata Air di Perbukitan tak Mengalir lagi

Kemudian tentang bagaimana pelaku usaha memahami aplikasi yang baru OSS RBA dan pengisian LKPM secara online. “Hampir 300 pelaku usaha yang kita berikan bimtek dan sudah kita bantu menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memigrasikan data NIB versi OSS 1.1 ke OSS RBA,” jelas Corri.

Dengan adanya bimtek ini diharapkan pelaku usaha semakin paham menggunakan aplikasi yang baru, dan dari sisi pengawasan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) bisa disampaikan oleh pelaku usaha sesuai ketentuan.

Baca Juga  Kunjungi Janda Enam Anak, Mahen Sahur Bersama Beralaskan Tikar

“Namun mereka yang tidak paham dengan LKPM, kita berikan sosialisasi dan bimtek sehingga seluruh pelaku usaha di Kota Padang bisa menyampaikan seluruh kegiatan usahanya. Sehingga pada akhirnya kita mengetahui berapa realisasi investasi yang ada di Kota Padang,” tutur Corri.

Bimtek ini diikuti sebanyak 50 orang pelaku usaha, dengan narasumber Rektor Mohammad Natsir Yarsi Bukittinggi dan Ketua Pusat Studi Keuangan dan Kebijakan Publik Politeknik Negeri Padang, DPMPTSP Sumbar dan DPMPTSP Padang. (tin)