METRO PADANG

Padang Perangi Narkoba dari Hulu, Kurikulum Anti Narkotika Masuk Sekolah

×

Padang Perangi Narkoba dari Hulu, Kurikulum Anti Narkotika Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI KEPALA BNNP— Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid bersama jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026). Pertemuan membahas penguatan pencegahan narkoba melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

A YANI, METRO — Upaya menekan angka penyalah­gunaan narkotika di Kota Padang mem­butuhkan langkah taktis yang me­nyentuh sektor pendidikan dan ma­syarakat. Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, mene­rima audiensi Kepala Badan Narkotika Na­sional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Toton Rasyid, beserta rombongan di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan strategis yang turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tarmizi Ismail, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Sya­hendri Barkah, ini fokus membahas penguatan kolaborasi lintas sektoral dalam pencegahan dan pembe­ran­tasan narkoba di tingkat hulu.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNNP Sumbar, Toton Ra­syid, menyampaikan apre­siasi atas sambutan hangat dan komitmen kuat dari pimpinan daerah. “Terima kasih kepada Pak Wali atas dukungannya terhadap in­tegrasi kurikulum anti nar­kotika di tingkat SD dan SMP se-Kota Padang. Kita akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menindaklanjuti rencana tersebut,” ungkap Toton.

Baca Juga  Andre Rosiade Dukung Palestina, Apresiasi Pemerintah Kirim Bantuan Kemanusiaan

Toton memaparkan, ber­dasarkan hasil survei pre­valensi tahun 2019, ang­ka penyalahgunaan nar­kotika di Sumatera Barat masih berada di angka 1,1 persen atau mencakup sekitar 63 ribu jiwa dari total 5,4 juta penduduk. Se­men­tara itu, kapasitas fa­silitas reha­bil­i­tasi yang ter­sedia saat ini baru sang­gup menangani sekitar 500 orang per tahun.

“Artinya, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara jumlah ma­sya­rakat yang mem­butuh­kan pemulihan dan ka­pasitas rehabilitasi yang tersedia. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar pe­nya­lah­gunaan narkoba ti­dak se­makin meluas,” je­las­nya.

Menanggapi tantangan ter­sebut, Toton me­ne­gas­kan bahwa penanggulangan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum mengingat adanya keterbatasan personel. “Kita tidak mungkin selalu mengandalkan aparat karena keterbatasan personel. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam isu nar­koba harus terus ditumbuhkan, termasuk melalui kepedulian terhadap ling­kungan dan penguatan peran unsur adat,” imbuhnya.

Baca Juga  Jadi Narasumber Kuliah Umum Sosiologi UNP, Mulyadi Muslim: Pesantren Menyiapkan Generasi Terampil

Menyambut aspirasi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mengimplementasikan program pencegahan secara terpadu. “Kita siap mendukung program ini, termasuk Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas BNNP untuk mencegah penyalahgunaan nar­koba di lingkungan pendidikan dan pergaulan siswa,” ujar Fadly.

Fadly menambahkan, langkah konkret pencegahan dini di sektor pendidikan akan diwujudkan melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN). Program ini nantinya tidak hanya diterapkan melalui muatan lokal di tingkat SD dan SMP, tetapi juga diintegrasikan ke dalam pembelajaran Madrasah Di­ni­yah Takmiliyah Wustha (MDTW) sebagai bagian dari penguatan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di Kota Padang. (oza)