METRO PADANG

”Nobar Ciek Da” yang Diadakan Mahyeldi-Audy Berujung Rusuh, Penonton Menyalakan Flare dan Aksi Lempar Botol Minuman

×

”Nobar Ciek Da” yang Diadakan Mahyeldi-Audy Berujung Rusuh, Penonton Menyalakan Flare dan Aksi Lempar Botol Minuman

Sebarkan artikel ini
TIDAK PATUT DICONTOH— Aksi pelemparan batu dan menyalakan flare dilakukan sejumlah penonton, saat nobar laga perebutan tempat ketiga Piala Asia, antara Irak vs Timnas, di perempatan Masjid Raya Sumbar, Kamis (3/5) malam. Aksi nobar tersebut digelar oleh Mahyeldi-Audy Joinaldy selaku pimpinan dari Pemprov Sumbar kepada masyarakat dan pecinta bola.

SUDIRMAN, METRO–Program nonton bareng (nobar) pertandingan Tim Na­sio­nal (Timnas) Indonesia U-23 vs Irak U-23 pada Kamis (2/5) malam yang diadakan oleh Gubernur-Wakil Gubernur (Wa­­gub) Sumbar, Mahyeldi-Au­dy Joinaldy berakhir rusuh.

Pasalnya, saat pertan­dingan dengan kemenangan Timnas Irak U-23 2-1 atas tim Ga­ruda, sejumlah orang di­duga penonton yang ikut kegia­tan nobar di depan Masjid Ra­ya Sumbar atau di videotron de­pan kantor Bappeda Sumbar, menyalakan flare dan batu.

Aksi nobar tersebut digelar oleh Mahyeldi-Au­dy Joinaldy selaku pimpinan dari Pemprov Sumbar kepada masyarakat dan pecinta bola, dengan memberikan layanan penayangan yang disediakan Pemprov Sumbar melalui vi­deo­tron.

Khusus di perempatan Masjid Raya Sumbar, laga Garuda Muda itu ditayangkan lewat videotron yang terpasang di depan kantor Bappeda Sumbar.

Ribuan warga sudah berdatangan sejak pukul 21.00 WIB atau 1,5 jam sebelum kick off pertandingan pukul 22.30 WIB. Akibat ramainya warga yang nobar, ruas Jalan Khatib Sulaiman sempat ditutup dan kendaraan yang me­lintas harus melewati arah lain untuk menghindari tumpukan massa.

Namun sayangnya, acara nobar tersebut sempat diwarnai aksi lempar botol antar sesama penonton. Kericuhan bermula ketika sekelompok supporter me­nya­lakan flare di dekat videotron yang menayangkan pertandingan.

Asap flare lantas menutupi hampir keseluruhan layar videotron, dan membuat situasi di sekitaran lokasi penuh dengan asap. Warga yang melihat kondisi seperti itu pun protes, dan meneriaki aksi kelompok supporter tersebut dengan kalimat bernada negatif.

Baca Juga  Nila Kartika Promosikan Wisata Padang lewat Konten Kreatif, Sasar Milenial, Gelar Festival Video Klip Lagu Minang Akustik

Meski diteriaki demikian, kelompok supporter itu terkesan tidak menghiraukan protes penonton. Menyadari hal itu, penonton yang berkumpul di sekitaran pos polisi Telkom pun melempari suporter dengan botol plastik minuman.

Suasana nobar itu ricuh, dan membuat penonton perempuan yang berada di lokasi berlarian. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Situasi langsung mereda begitu pemain Timnas Muhammad Ferrari berhasil mencetak gol, yang kemudian gol tersebut dianulir oleh wasit. Nobar pun kem­bali berjalan lancar.

Akibat kejadian tersebut, akses lalu lintas ma­sya­rakat dari empat ruas jalan menjadi terganggu serta menganggu keamanan dan ketertiban umum. Belum ada penjelasan dari pihak Pemprov Sumbar terkait insiden pelemparan flare dan baru tersebut.

Gubernur Apresiasi Timnas

Di lain sisi, Gubernur Sumbar, Mahyeldi juga menggelar kegiatan nobar di Auditorium Gubernuran pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23. Pada laga tersebut, Indonesia kalah melawan Irak dengan skor 1-2.

Meski demikian, Mah­yeldi optimis Indonesia akan tetap lolos, hanya kepas­tian waktunya saja yang sedikit tertunda.

Diketahui, slot terakhir peserta Olimpiade Paris akan diperebutkan oleh negara peringkat 4 AFC U23 Asian Cup 2024 melawan peringkat 4 Piala Afrika, melalui laga play off. Dimana nanti, yang akan berhadapan adalah Timnas Indonesia U23 melawan Guinea.

“In shaa Allah, Indonesia akan tetap lolos Olimpiade Paris, hanya keberhasilan yang tertunda. Ti­dak boleh patah semangat, tetap dukung dan do’akan mereka,” kata Mah­­yeldi usai nobar.

Baca Juga  Sekjen LVRI akan Cek Keabsahan Anggota di Sumbar

Menurut Mahyeldi, saat ini permainan Timnas Indonesia U23 sudah bagus, hanya kurang beruntung saja. Apalagi, dalam laga perebutan juara ketiga ini, Indonesia tidak bisa turun dengan kekuatan terbaiknya, akibat akumulasi kartu.

“Kemarin ketika kita turun dengan kekuatan terbaik, hasilnya sangat bagus, Australia tumbang, Korsel juga kita kalahkan. Oleh karena itu, kita yakin pada laga play-off nanti hasilnya akan jauh berbeda,” katanya.

Raflis, salah seorang pendukung Timnas Indonesia U-23 yang juga ikut Nobar mengatakan mes­kipun kalah tapi dirinya tetap bangga dengan Timnas Indonesia.

Sebab, mereka tidak hanya berhasil meng­ha­rum­kan nama bangsa tapi ju­ga berhasil mempersatu­kan seluruh rakyat Indonesia.

“Secara pribadi saya sangat bangga dengan prestasi Timnas Indonesia, meskipun tidak diunggulkan tapi mereka berhasil menembus babak semi final AFC U23 Asian Cup 2024. Selain itu, mereka juga berhasil mempersatukan Indonesia, seperti dalam Nobar malam ini, mu­lai dari pejabat, rakyat, orang dewasa hingga anak-anak membaur jadi satu dalam satu semangat untuk Indonesia,” kata Rafis.

Suasana nobar di Auditorium Istana Gubernuran menurutnya begitu hangat. Itu terbukti kala Timnas berhasil mencetak gol, seluruh masyarakat saling berjabat tangan, meskipun tidak saling mengenal secara pribadi.

“Sepak bola, telah berhasil memangkas strata sosial dan mempersatukan masyarakat. Ini hebat dan patut disyukuri bersama,” tuturnya. (brm)