METRO PADANG

Mulyadi Muslim Bicara Cawawako Padang, Tak Penting Siapa Terpilih, tapi Prosesnya Jalan

×

Mulyadi Muslim Bicara Cawawako Padang, Tak Penting Siapa Terpilih, tapi Prosesnya Jalan

Sebarkan artikel ini
Mulyadi Muslim.

THAMRIN, METRO–Proses pemilihan calon Wakil Wali Kota Padang peng­ganti Hendri Septa yang telah naik menjadi Wali Kota Pa­dang terlihat masih belum ada titik terang. Sampai hari ini, proses itu seperti meng­gan­tung, atau belum juga dimulai. Meski dua partai pengusung, PAN dan PKS sudah me­nga­pungkan masing-ma­sing duan ama.

Salah satu bakal calon yang diusulkan PKS, H Mul­yadi Muslim Lc MA me­nyebutkan, sampai hari ini memang masih berkutat di partai pengusung saja. Proses pemilihan yang seharusnya berlangsung di DPRD Padang sesuai atu­ran, belum akan terjadi dalam waktu dekat.

“Semua kita tahu pro­sesnya, Wali Kota menga­jukan nama ke DPRD Pa­dang untuk diputuskan. Bisa keduanya dari PKS, atau keduanya dari PAN, baik itu kader, simpatisan atau tokoh masyarakat, atau yang lainnya. Bisa juga dari PAN dan PKS masing-ma­sing satu orang. Tapi harus dua orang,” kata Mulyadi Muslim yang juga Sekre­taris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang.

Baca Juga  Badan Pemenangan Prabowo-Sandi sudah Dikukuhkan Pengurus, Siapkan Program dan Strategi

Tentunya, sebut Mul­yadi, dua nama yang di­usul­kan itu telah disepakati oleh DPD PKS Padang dan DPD PAN Padang dengan persetujuan DPP partai masing-masing di pusat. “Selanjutnya,  Wali Kota Padang mengirimkan ke DPRD Padang. DPRD lah yang memilih,” kata Mul­yadi Muslim.

Selain itu, katanya, un­tuk mempercepat proses­nya, anggota DPRD bisa saja meminta Wali Kota me­ngirimkan nama se­gera. Karena kalau lama-lama, akan merugikan war­ga Kota Padang yang ber­jumlah satu juta jiwa. Ka­rena, sam­pai hari ini belum ada juga surat dikirim oleh Wako.

Baca Juga  Momen Evaluasi, Warga Lebih Siap dan Tangguh Hadapi Bencana di Kota Padang

“Kita tahu, Wali Kota bisa saja orang hebat, tapi bukan Superman. Dia bu­tuh tandem atau tim untuk bekerja. Butuh du­kungan dan kolaborasi. Ka­rena banyak yang harus diker­jakan segera. Seperti pe­nanganan Covid-19 dan pem­bangunan yang ter­sendat karena pandemi. Sampai pengisian OPD yang sekarang banyak ko­song,” kata ketua pengurus Masjid Agung Nurul Iman Padan gini.

Kata Mulyadi, dia bicara seperti ini bukan karena masuk dalam kandidat Ca­wa­wako, tapi tak lebih se­bagai kepedulian kepada Kota Padang. “Apalagi dili­hat Progul (program ung­gulan) Mahyeldi-Hendri Septa yang banyak belum selesai, waktu tinggal 2,5 tahun. Soal siapa yang akan terpilih itu urusan lain. Yang penting prosesnya berjalan,” kata Mulyadi Muslim. (r)