PADANG, METRO—MAN 3 Kota Padang Plus Keterampilan memperingati hari jadi ke-30 dengan menggelar rangkaian acara puncak yang berlangsung khidmat dan meriah pada Rabu (20/5). Mengusung tema “The Golden Milestone: 30 Tahun MAN 3 Padang menuju Madrasah Maju dan Mendunia,” momen bersejarah ini menjadi ajang refleksi sekaligus pembuktian atas kontribusi madrasah dalam mencetak generasi unggul.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Kota Padang, hingga tokoh adat Sumatra Barat. Berbagai kegiatan inovatif dan pelestarian budaya turut mewarnai perayaan tiga dekade madrasah ini.
Kepala MAN 3 Kota Padang, Hj. Marliza, S.Pd, M.Pd, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan panjang madrasah. Selama 30 tahun, institusi ini terus berikhtiar dan berdedikasi melahirkan generasi berprestasi dan berakhlak mulia.
“Milad ini merupakan momentum refleksi atas perjalanan madrasah, sekaligus penguatan komitmen untuk terus melangkah, maju dalam berkarya, dan berinovasi demi memajukan generasi muda kita,” ujar Marliza.
Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, H. Yasril, memberikan apresiasi khusus terhadap keberagaman agenda milad tahun ini. Beberapa kegiatan yang digelar antara lain Bakti Sosial, lomba ketangkasan Aksara-M3, penanaman pohon berbasis ekoteologi, hingga tradisi makan bajamba.
“Uniknya, ada penghargaan kepada tokoh masyarakat. Ini adalah program inovasi untuk mengukir sejarah dan menghargai orang-orang yang berjasa bagi madrasah,” kata Yasril.
Yasril juga memuji aksi penanaman pohon sebagai bentuk cinta lingkungan. Ia berharap program madrasah dapat terus bersinergi dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, salah satunya program Smart Surau.
Dukungan serupa datang dari Pemko Padang. Staf Ahli Walikota Padang, Syarial Kamat, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyatakan bahwa MAN 3 Padang telah melakukan banyak terobosan penting. Langkah-langkah kecil yang konsisten dinilai menjadi kunci untuk mencetak generasi pemimpin di masa depan.
“Saat ini kita bersiap menuju Generasi Emas 2045. Visi Kota Padang adalah menggerakkan seluruh elemen agar menjadi kota yang sehat, cerdas, dan sejahtera berdasarkan agama dan budaya,” jelas Syarial.
Ketua LKAAM Sumatra Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Datuk Nan Sati, M.Si, menyoroti melonjaknya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di madrasah. Menurutnya, mutu pendidikan madrasah saat ini sudah sejajar dengan SMA umum lainnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan madrasah yang menembus fakultas kedokteran, perguruan tinggi ternama, hingga akademi militer dan kepolisian.
“Melihat tingginya minat ini, saya berharap di Ikur Koto bisa berdiri sebuah MTsN baru. Kami berharap dari MAN 3 Padang akan lahir jenderal, menteri, gubernur, hingga walikota di masa depan,” harap mantan Walikota Padang tersebut.
Menutup rangkaian sambutan, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatra Barat, H. Mahyudin (diwakili H. Mustafa), menegaskan bahwa usia 30 tahun memiliki makna strategis untuk bermuhasabah. Manajemen madrasah diimbau melakukan kajian dan analisis mendalam terhadap program kerja yang sudah berjalan.
“Usia 30 tahun adalah waktu yang tepat bagi seluruh civitas akademika untuk mengevaluasi sejauh mana keberadaan madrasah ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita tahu, kontribusi madrasah ini sudah sangat luar biasa,” pungkasnya. (ped)






