KHATIB, METRO–Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah terjadi hampir satu pekan lebih di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang. Puncaknnya terjadi antrean panjang mengular sejauh 500 meter hingga 1 kilometer di sejumlah SPBU yang masih menyediakan solar sejak dua hari terakhir,
Pantauan POSMETRO pada Selasa (15/6) malam dan Rabu (16/6) siang, antrean kendaraan terlihat di pintu masuk SPBU di berbagai titik di Kota Padang. Antrean mengular hingga luar SPBU. Bahkan, di SPBU Airtawar, akibat antrean panjang truk dan mobil berbahan bakar solar, kawasan ini macet total.
Hal sama juga terjadi di SPBU Simpang Kalumpuang, SPBU Adinegoro dan juga SPBU Khatib Sulaiman (depan kampus AKBP), serta SPBU Pitameh. Antrean kendaraan berbadan lebar membuat arus lalu lintas menjadi terganggu. Terjadi kemacetan mulai dari depan kampus UNP sampai SPBU. Hal serupa terjadi SPBU Khatib Sulaiman.
“Pasokan solar terlambat,” kata salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya, kemarin.
Kondisi tersebut terlihat di SPBU Pisang, Pauh maupun Sawahan Pada umumnya kendaraan yang hendak mengisi BBM berjenis pick up, minibus dan bahkan truk. Ramainya pengendara yang ingin mendapatkan solar, membuat antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan.
Salah seorang sopir truk, Risdianto (39), mengatakan untuk mendapatkan BBM jenis solar sangat susah. Mau tidak mau harus ikut antrean berjam-jam karena bisa mencapai ratusan meter.
“Antre mengisi solar ini telah terjadi beberapa hari terakhir. Saya juga tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan BBM jenis solar tersebut,” sebut warga Siteba itu.
Menurut Anto, akibat harus mengantre berjam-berjam ketika BBM jenis solar ini masuk ke SPBU, secara tidak langsung telah mengganggu aktifitas kesehariannya. “Kita harapkan ada solusi dari pihak terkait. Apalagi saat ini untuk mendapatkan BBM jenis solar itu, ketika masuk ke SPBU harus mengantri berjam-jam,” terangnya.
Pengemudi lainnya, Joni (34) juga mengakui, jika dibiarkan berlarut susahnya mendapatkan BBM jenis solar tersebut akan berdampak terhadap roda perekonomian masyarakat.
“Jika tiap hari seperti ini, bisa susah kitanya. Ini saja antri sudah sejak pukul 09.00 pagi. Sudah siang, mobil baru bisa bergeser ke arah SPBU. Kalau bisa, kembali lancar lagi lah BBM jenis solar seperti semula,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Hiswana Migas Sumbar, Ridwan Hosen mengatakan, Sepertinya aktivitas perekonomian telah mulai bergerak kembali dan mulai menggeliatnya sektor ekonomi ditengah masih dalam masa pandemi.
“Untuk suplainya kami rasa tidak ada berkurang atau cukup. Namun harapan dari pemilik SPBU supaya suplai ditambah. Mengingat saat ini kebutuhan tidak hanya mobil CPO saja, tapi truck, bus maupun kendaraan yang berbahan bakar solar lainnya,” kata Ridwan.
Ridwan menambahkan, peningkatan gerakan ekonomi diberbagai sektor telah berangsur bergerak. ”Hampir semua sektor sekarang telah mulai bergerak. Baik bidang transportasi, Seperti mobil antar provinsi maupun dalam provinsi hingga sektor lain,” katanya.
Sementara itu, Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Sumbar, I Made Wira Pramarta dihubungi POSMETRO terkait kelangkaan solar di Kota Padang, dihubungi via WhatsApp maupun telefon belum mengangkat telepon hingga Rabu sore. (hen)






