METRO PESISIR

Longsor Ganggu Akses Jalan di Empat Titik, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar 

×

Longsor Ganggu Akses Jalan di Empat Titik, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar 

Sebarkan artikel ini
PERCEPATAN PENANGANAN BENCANA— Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, langsung pimpin tim dan meninjau lokasi banjir.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis , kemarin, lansung memerintahkan Penjabat Sekretaris Daerah selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memimpin lansung Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) penanggulangan bencana Padangpariaman dalam mengerahkan personel un­tuk melakukan asesmen, koordinasi lintas sektor, penanganan darurat, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Curah hujan yang mulai mengguyur sejak pukul 10.00 WIB menyebabkan kondisi tanah menjadi je­nuh air sehingga memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah kawasan perbukitan. Sementara itu, angin kencang menyebabkan po­hon tumbang serta merusak beberapa rumah warga. Sebelum kejadian, Ba­dan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (B­MKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wi­layah Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman terus me­mantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Padangpariaman hingga Senin malam, tercatat delapan titik kejadian bencana, terdiri atas empat titik tanah longsor dan empat titik cuaca ekstrem yang tersebar di beberapa wi­layah kabupaten.

Longsor Ganggu Akses Jalan di Empat Titik

Empat titik tanah longsor menjadi prioritas penanganan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman karena berdampak terhadap akses transportasi masyarakat. Di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, material longsor menutup badan jalan sehingga akses me­nuju Kecamatan VII Koto Padang Sago tidak dapat dilalui kendaraan. BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan Dinas PUPR untuk percepatan penanganan menggunakan alat berat.

Baca Juga  Pj Walnag Kudu Gantiang dan Pj Wali Nagari Limau Puruik Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman harus Memberikan Perkerjaan Terbaik

Selanjutnya, longsor terjadi di Korong Simpang Puruik, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, yang me­nyebabkan badan jalan menuju Nagari Limau tertutup material longsoran. Di lokasi lainnya, yakni Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, material longsor juga menutup ba­dan jalan dan masih dalam proses penanganan.

Sementara itu, kerusakan infrastruktur paling signifikan terjadi di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aur Malintang, di mana badan jalan mengalami terban sepanjang kurang lebih tujuh meter dengan kedalaman sekitar 15 meter. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak dapat me­lintas sehingga diperlukan penanganan lanjutan, termasuk kajian pembangu­nan trase jalan baru.

Cuaca Ekstrem Sebabkan Kerusakan Rumah

Selain tanah longsor, cuaca ekstrem disertai a­ngin kencang juga mengakibatkan kerusakan di beberapa wilayah. Di Korong Kabun Cimpago, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, satu unit rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang. Kejadian serupa juga terjadi di Korong Pasie Laweh, Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, yang menyebabkan satu unit rumah warga mengalami ke­rusakan.

Sementara itu, di Korong Sungai Paku, Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan Sungai Limau, angin kencang menerbangkan atap rumah warga sehingga satu kepala keluarga terdampak. Sebagai bentuk respons cepat pemerintah, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan pendataan sekaligus menyerahkan bantuan darurat berupa terpal, family kit, dan hygiene kit. Di Korong Sungai Gimba Gantiang Timur, Nagari Sungai Gimba Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, pohon tumbang sempat menutup ba­dan jalan. Berkat gerak cepat Satgas TRC BPBD, pohon berhasil dievakuasi sehingga akses ma­sya­rakat kembali normal.

Baca Juga  Lapor Wali Kota Yota Balad, KAN Pasa Pariaman Minta Bantuan Fasilitasi Kantor

Sementara itu Peme­rintah Kabupaten Padangpariaman melalui BPBD terus memperkuat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepenti­ngan dalam upaya percepatan penanganan bencana.

Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pendataan dan asesmen lokasi terdampak, koordinasi lintas sektor, pembukaan akses jalan, evakuasi pohon tumbang, penyaluran bantuan logistik, serta pemantauan kondisi cuaca secara berkala. Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut. Namun demikian, tercatat tiga unit rumah mengalami kerusakan, satu titik jalan terban sepanjang sekitar tujuh meter, serta satu kepala keluarga terdampak. Sementara itu, kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 Miliar.

Bupati: Keselamatan Masyarakat Adalah Prioritas

Bupati Padangpariaman mengajak seluruh ma­­syarakat untuk tetap meningkatkan kewaspa­daan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi berdasarkan informasi dari BMKG. “Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Padangpariaman untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun daerah yang berpotensi terdampak angin kencang.

Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, wali nagari, dan seluruh unsur terkait untuk terus me­ningkatkan koordinasi, mem­percepat penanganan di lapangan, serta memastikan kebutuhan ma­syarakat terdampak terpenuhi dengan baik. (efa)