LIVERPOOL harus menelan pil pahit saat bertandang ke Stadion Rams Park, Istanbul, usai takluk 0-1 dari tuan rumah Galatasaray dalam laga fase liga Liga Champions 2025/2026, Rabu (1/10) dini hari WIB. Satu-satunya gol tercipta melalui titik putih berkat eksekusi dingin Victor Osimhen.
Sejak awal laga, The Reds mencoba tampil agresif dengan menguasai jalannya pertandingan. Statistik mencatat Liverpool unggul 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 16 tembakan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Namun, dominasi itu gagal membuahkan hasil nyata.
Justru Galatasaray yang lebih efektif memanfaatkan peluang. Pada menit ke-16, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah Baris Alper Yilmaz dijatuhkan oleh Dominik Szoboszlai di kotak terlarang. Osimhen yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Alisson Becker dan membawa tim tuan rumah unggul 1-0.
Liverpool langsung merespons dengan gempuran bertubi-tubi. Cody Gakpo nyaris menyamakan kedudukan, tetapi sepakannya berhasil dihalau di garis gawang. Florian Wirtz juga sempat memberikan ancaman, namun kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir, tampil gemilang menjaga gawangnya tetap steril.
Drama terjadi pada menit-menit akhir babak pertama. Liverpool sempat diberikan penalti setelah Ibrahima Konate dilanggar oleh Wilfried Singo. Namun, setelah meninjau VAR, wasit Clement Turpin membatalkan keputusan tersebut karena kontak yang terjadi lebih dulu mengenai bola.
Memasuki babak kedua, malapetaka menimpa Liverpool. Kiper utama mereka, Alisson Becker, harus ditarik keluar akibat cedera dan digantikan Giorgi Mamardashvili. Situasi makin buruk ketika striker Hugo Ekitike juga mengalami cedera hamstring dan digantikan Alexis Mac Allister.
Arne Slot mencoba melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Mohamed Salah, Alexander Isak, dan Conor Bradley pada menit ke-60. Isak hampir saja mencetak gol melalui umpan lambung Wirtz, tetapi tembakannya terlalu lemah dan mudah diamankan Cakir.
Liverpool kembali mendapat harapan di penghujung laga setelah Konate dijatuhkan di kotak penalti. Namun, lagi-lagi VAR membatalkan keputusan awal wasit dan peluang emas itu sirna.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Galatasaray. Kekalahan ini membuat Liverpool gagal mencetak gol dalam laga Liga Champions untuk pertama kalinya sejak November 2020 saat mereka ditumbangkan Atalanta 0-2. Rekor 23 laga beruntun The Reds selalu mencetak gol akhirnya terhenti.
Hasil ini juga menambah daftar tren buruk Liverpool yang kini kalah dalam lima dari delapan laga tandang terakhir di semua kompetisi. Kekalahan dari Galatasaray juga menjadi yang kedua beruntun setelah sebelumnya tumbang 1-2 dari Crystal Palace di Premier League.
Liverpool kini harus segera bangkit sebelum menghadapi Chelsea di laga akhir pekan nanti. Arne Slot dituntut menemukan solusi cepat untuk memperbaiki performa tim yang sedang terpuruk, apalagi cedera dua pemain penting, Alisson dan Ekitike, kian memperburuk situasi The Reds. (*/rom)






