METRO PADANG

Lahan Pertanian Mulai Kering, Pemko Padang Minta Petani Hemat Air

×

Lahan Pertanian Mulai Kering, Pemko Padang Minta Petani Hemat Air

Sebarkan artikel ini
KEKERINGAN— Cuaca panas yang melanda Kota Padang selama dua pekan belakangan ini, menyebabkan mengeringnya aliran sungai Banda Bakali Kota Padang.

AIAPACAH, METRO–Cuaca panas sudah melanda Kota Padang, sejak beberapa pekan terakhir. Akibatnya, para petani mengeluh lahan pertanian mulai mengering.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengimbau petani untuk melakukan penghematan pemakaian air. “Bagi petani yang lahan pertaniannya mulai me­nge­ring, mulai saat ini la­kukan penghematan air,” ka­ta Yoice, kemarin.

Selain itu, para petani juga dapat mengoptimalkan pemakaian irigasi, te­tapi tidak boros. “Gunakan air seperlunya saja,” kata Yoice.

Baca Juga  Pastikan Korban Terdampak Bencana Dapat Rumah Layak, Pembangunan Huntap di Sungkai dan Balai Gadang Dikebut

Pemakaian pompa air ju­ga diharapkan dapat kem­bali mengairi lahan per­tanian.

Yoice menyebut, di saat terjadinya cuaca panas kali ini, sebagian besar lahan persawahan warga di Pa­dang baru saja selesai panen. Artinya, setelah ini petani membutuhkan air untuk mengolah tanah.

“Lakukan pemupukan menggunakan pupuk kimia yang dicampur dengan pupuk organik, dengan begitu nantinya tanah akan gembur dan tidak keras,” sebut dia.

“Selain itu, kembalikan jerami ke lahan sawah, jangan dibakar, karena jerami baik untuk mengembalikan kesuburan tanah,” tambahnya.

Baca Juga  Sedimentasi Menggunung, Drainase tak Berfungsi

Apabila cuaca panas terus berlanjut, Kadis Pertanian Kota Padang mengajak petani untuk mengganti tanaman, seperti menanam sayuran dan lain­nya.

“Tetapi, jika sepanjang air masih mencukupi, tetaplah menanam padi,” imbaunya.

Diketahui, cuaca panas terjadi di Padang sejak dua pekan belakangan ini. Seluas 4.200 hektare lahan pertanian di Padang terancam kekeringan. (brm)