LAPAI, METRO–Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, mencatat bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2023 meningkatkan dari tahun sebelumnya.
Saat ini, status kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang makin mengkhawatirkan. Pada 2022 lalu, tercatat ada sebanyak 49 kasus, Namum di tahun 2023 ini, belum genap setahun, sudah dilaporkan sebanyak 47 kasus kekerasan terhitung sejak Januari hingga Agustus.
“Kasus kekerasan sekarang memang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Banyak faktor yang menyebabkan kasus ini meningkat. Tetapi tim kami selalu menangani kasus. Di mana masyarakat melaporkan sebagai bentuk antisipasi dan melindungi warganya masing-masing,” kata kepala Dinas DP3AP2KB, Eri Sendjaya, kemarin.
Dijelaskannya, kekerasan fisik tercatat sebanyak 11 kasus, pelecehan seksual ada 9 kasus, dan didominasi oleh kekerasan berupa kekerasan verbal. Dari jumlah tersebut, umumnya yang paling banyak ditangani korbannya adalah anak-anak.
Pihaknya menggencarkan pembinaan berupa fisik, mental, dan juga religius terhadap korban, sehingga rasa trauma yang dialami korban dapat membaik dan tercerahkan.
Dia juga mengimbau untuk memperhatikan anak gadis masing-masing. Jangan sampai salah arah dan jangan sampai salah dalam melangkah. “Kekerasan mengintai dimana-mana oleh sebab itu sudah tugas kita saling menjaga dimanapun berada,” sebut Eri.
Selanjutnya, pihaknya bertekad untuk memaksimalkan elsimil. Sebab pada umumnya kekerasan yang melibatkan anak dan perempuan ini berada di lingkungan terdekat bahkan lingkungan keluarga.
“Pada umumnya terjadi di lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena faktor perkawinan yang kurang matang sehingga baik dari pihak laki laki maupun pihak perempuan merasa tidak saling memiliki tanggung jawab terhadap anak bahkan dapat mengabaikan seorang anak hanya demi permasalahan mereka sehingga dimanfaatkan oleh orang ketiga dalam mengatasi anak tersebut,” jelasnya.
Dengan menggencarkan program L Smile, diharapkan agar perkawinan dan pernikahan di Kota Padang menjadi lebih matang dan juga adanya rasa tanggung jawab dari anggota keluarga. (cr2)






