METRO PESISIR

Hari Kartini Tidak Sekadar Mengenang Perjuangan  Masa Lalu

×

Hari Kartini Tidak Sekadar Mengenang Perjuangan  Masa Lalu

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HARI KARTINI— Wabup Rahmat Hidayat didampingi Ketua GOW Ny. Resty Yulandari Rahmat, Kepala Dinas Sosial P3A Siska Primadona, saat menghadiri acara peringatan Hari Kartini.

PDG.PARIAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, kema­rin, bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema guru menginspirasi, anak terlindungi dan berprestasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan dan guru dalam mencetak generasi unggul.

Seminar tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Padangpariaman Rahmat Hidayat, didam­pingi Ketua GOW Ny. Resty Yu­landari Rahmat, Kepala Dinas Sosial P3A Siska Primadona, serta menghadirkan narasumber dr. Tri Tunggal Malahayati, Sp.A dan Dewi Kumala Sutra, S.PdI, M.Pd, C.PS. Turut hadir para undangan dan peserta dari berbagai kalangan.

Ketua GOW Ny. Resty Yulandari Rahmat me­nyam­paikan  peringatan hari Kartini tidak sekadar mengenang perjuangan di masa lalu, tetapi menjadi momentum untuk melanjutkan semangat emansipasi perempuan di era modern.

Baca Juga  Wako Dialog dengan Petugas Posko Covid-19

“Perjuangan Kartini ma­­sih terus kita lanjutkan hingga saat ini. Di tengah tantangan zaman, perempuan dituntut untuk mandiri, berkualitas, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan. GOW Padangpariaman berkomitmen meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan, seminar, serta pemberdayaan ekonomi demi mewujudkan Padangpariaman yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan di Kabupaten Padang­pariaman yang telah menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat Ha­ri Kartini kepada seluruh Kartini Padangpariaman. Ibu-ibu adalah pilar pera­daban yang memiliki peran strategis dalam pendi­dikan dan perlindungan a­nak,” ungkapnya.

Baca Juga  Tahun 2024, Angka Stunting Nol Parsen di Kota Pariaman

Ia juga menegaskan pentingnya peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anak-anak di lingkungan keluarga. “Ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Oleh karena itu, ibu harus memiliki bekal pe­ngetahuan, wawasan, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat agar dapat menjadi teladan dalam membentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan tenaga pendidik dalam menciptakan generasi anak-anak yang unggul, berprestasi, dabe­rita wabup dari efa n terlindungi di Kabupaten Pa­dang­pariaman. (efa)