SAWAHLUNTO, METRO–Tokoh Politik Hasjonni. Sy, SE, MM turut menyoroti kondisi krisis air yang melanda Kota Sawahlunto. Hal ini disebabkan karena kemarau yang terlalu panjang, sehingga debit air di danau Kandi sangat jauh berkurang.
Untuk sementara dilakukan pegiliran air oleh PDAM bahkan adanya tanki-tanki air yang beroperasional ditengah masyarakat. Tapi solusi ini sifatnya hanya sementara. Karena persoalan kemarau akan silih berganti setiap tahunnya. Untuk itu sangat dibutuhkan solusi yang cepat, tepat untuk berkelanjutan PDAM dalam melayani kebutuhan masyarakat dari air bersih.
“Dipandang perlu Direktur PDAM, Komisaris PDAM bersama Kepala Daerah duduk bersama. Untuk mencarikan solusinya yang sebenarnya sudah nampak jelas. Apakah menambah Pompa Rantih dan ditambah mencari sumber-sumber air baru serta perangkatnya,” ujarnya.
“Sangat diperlukan keterbukaan saling memahami dan keikhlasan untuk membangun Kota Sawahlunto,” kata Hasjonni.
Mantan anggota DPRD dan pernah menjabat Pimpinan DPRD selama tiga periode ini mengungkapkan sebenarnya solusi sudah jelas,
“Dalam hal ini diperlukan duduk bersama, Direktur seharisnya bisa menjelaskan kebutuhan operasional atau tambahan peralatan, Komisaris secara aturan wajib melakukan pengawasan terhadap kebijakan jalannya operasional perusahaan serta memastikan perusahaan berjalan sesuai tujuan dan kepentingan pemegang saham (Pemko) dalam melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakatnya,” tegasnya. (pin)






