METRO PADANG

Gunakan Sepablock, Dirut SIG Tinjau Pembangunan 150 Unit Huntap di Padang

×

Gunakan Sepablock, Dirut SIG Tinjau Pembangunan 150 Unit Huntap di Padang

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN PEMBANGUNAN HUNTAP— Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) berbahan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) yang digagas Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (6/4).

PADANG, METRODirektur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) berbahan Semen Padang Bata Interlock (Se­pablock) yang digagas Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (6/4).

Di lahan bekas bumi perkemahan Pramuka itu, Indrieffouny tampak menyusuri deretan bangunan yang mulai berdiri, berdialog dengan perwa­kilan Yayasan Buddha Tzu Chi dan para pekerja, serta memastikan konstruksi yang menggunakan Se­pablock terpasang dengan baik.

Dalam kunjungan ter­sebut, Indrieffouny di­dampingi Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keua­ngan Iskandar Z. Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, dan Staf Direksi Donny Aswin Idham. Kehadiran jajaran pimpinan itu menunjukkan bahwa proyek tersebut menjadi perhatian serius, baik dari sisi sosial maupun inovasi bahan bangunan.

“Di sini saya melihat langsung progres pembangunan hunian tetap yang menggunakan Sepablock. Nantinya akan dibangun sebanyak 150 unit hunian,” ujar Indrieffouny di sela kunjungan.

Hunian tetap ini dirancang bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang kehilangan tempat tinggal. Proyek ter­sebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar tempat ber­teduh sementara.

Baca Juga  Matangkan BOM Run 2026, Ikasmantri Gandeng OPD dan Polresta

Indrieffouny menyampaikan optimisme bahwa tahap awal pembangunan akan segera rampung. “Kita berharap 40 unit pertama bisa segera selesai dan dapat ditempati oleh masyarakat terdampak,” katanya.

Sepablock menjadi sa­lah satu faktor utama yang mendukung percepatan proyek ini. Dibandingkan metode konvensional, bata interlock dinilai mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan tanpa mengorbankan kua­litas. Sistem pemasangan yang saling mengunci membuat proses konstruksi lebih cepat, rapi, dan efisien.

Selain itu, material ini juga mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk, se­hingga menjadi nilai tambah untuk hunian di wila­yah beriklim tropis seperti Padang.

Melihat tingginya minat terhadap Sepablock, Indrieffouny menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kapasitas produksi. “Kami akan terus me­ningkatkan volume produksi Sepablock untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh,” ujarnya.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kolaborasi tersebut berjalan sangat baik, terutama dalam menjaga standar kualitas bangunan.

Baca Juga  Dapur MBG Berhenti Ngebul, Ratusan Pekerja Gizi Sumbar Serbu DPRD!

“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen SIG dan PT Semen Padang yang telah me­ngunjungi sekaligus mendukung pembangunan hunian tetap ini,” ujar Kahar.

Ia menambahkan, se­tiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera direspons oleh tim PT Semen Padang. Hal itu membuat proses pembangunan berjalan lebih lancar dan terkontrol.

“Dukungan yang dibe­rikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.

Menurut Kahar, keputusan menggunakan Se­pablock tidak terlepas dari komunikasi intens antara pimpinan SIG, PT Semen Padang, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari diskusi tersebut, diperoleh solusi konstruksi yang tidak ha­nya efisien, tetapi juga memberi kenyamanan bagi penghuni.

“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk,” jelasnya.

Dengan progres yang terus berjalan, harapan kini bertumpu pada rampungnya 40 unit pertama dalam waktu dekat, sehingga memberi secercah kepastian bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan dari titik yang baru.