BERITA UTAMA

Gibran Minta Bulog Inovatif Serap Hasil Panen Petani Apapun Kondisinya

×

Gibran Minta Bulog Inovatif Serap Hasil Panen Petani Apapun Kondisinya

Sebarkan artikel ini
TANAM PADI— Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming menanam padi.

JAKARTA, METRO–Kesejahteraan petani jadi kunci untuk mengejar swasembada pangan. Supaya petani tetap semangat menanam padi, jagung, dan pangan lainnya harus dijaga. Wapres Gibran Raka­bu­ming meminta Bulog untuk inovatif dalam menyerap hasil panen.

Pesan tersebut disam­paikan Gibran saat kunju­ngan kerja di Kabupaten Tangerang. Dalam kesem­patan itu dia menekankan keberadaan offtaker atau pembeli hasil panen sangat penting. Salah satu lem­baga yang punya andil besar memainkan peran offtaker adalah Bulog.

Gibran Rakabuming me­­nekankan pentingnya peran offtaker dalam me­mastikan hasil panen dari petani terserap secara optimal. Dia mendorong Bu­log agar melakukan lebih banyak inovasi dan tero­bosan untuk menampung hasil panen, termasuk yang belum memenuhi standar spesifikasi pasar.

“Masalah offtaker ini saya harap Bulog bisa lebih banyak inovasi, untuk me­ningkatkan serapan hasil panen, yang mungkin ka­dar airnya masih tinggi atau kadar aflatoksinnya terlalu tinggi. Ini mohon dicarikan solusinya ber­sama,” kata Gibran.

Selain itu Gibran juga mengusulkan agar kope­rasi dilibatkan untuk ber­investasi pada fasilitas pertanian. Seperti fasilitas pengering (dryer), pe­nye­diaan bibit unggul, serta pengendalian hama yang lebih baik.

Baca Juga  11 Muda-mudi Terciduk Kumpul Kebo di Kamar Kos, di Kenagarian Painan Timur

Menurutnya, petani ti­dak boleh merasa diting­galkan hanya karena hasil panennya belum memen­uhi standar.

“Jadi saya mohon un­tuk selalu dilakukan pendam­pingan, pelatihan, berikan akses. Dan saya yakin ini bisa diselesaikan kalau keroyokan seperti ini se­mua,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja itu, Gibran didampingi se­jumlah menteri. Dianta­ranya adalah Menteri Ko­or­dinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kehutanan Raja Juli An­toni. Para menteri kompak mendukung upaya me­wu­judkan swasembada pa­ngan secepatnya.

Upaya produksi pa­ngan tidak hanya meman­faatkan area persawahan atau la­dang. Sebagian area hutan, juga dikembangkan untuk mendukung swa­sem­bada pangan. Lewat skema per­hutanan sosial dan agrofo­restri, hutan diolah untuk menanam jagung, padi, dan produk pangan lainnya.

Akses pemanfaatan area hutan untuk tanaman pangan itu disampaikan Menteri Kehutanan (Men­hut) Raja Juli Antoni. Di sela mendampingi Wapres Gib­ran Rakabuming di Desa Bantar Panjang, Kabupaten Tangerang (8/10), Raja me­nyampaikan dukunganya dalam mewujudkan swa­sembada pangan melalui perhutanan sosial.

Baca Juga  2 Bocah jadi Korban Pelecehan Seksual

Raja mengatakan per­hutanan sosial menjadi salah satu langkah stra­tegis. Potensi lahan per­hutanan sosial itu, menjadi bentuk dukungan sektor kehutanan menuju swa­sembada pangan. Dia me­ngatakan pemerintah terus melakukan optimalisasi perhutanan sosial melalui skema agroforestri.

“Dari total 8,3 juta hek­tar surat keputusan (SK) perhutanan sosial yang telah diterbitkan, terdapat potensi pengembangan pangan dengan agro­fo­restri,” ujar Raja. Dia me­nilai, program perhutanan sosial menjadi jembatan antara pelestarian lingku­ngan dan pembangunan ekonomi rakyat. Sehingga masyarakat bisa sejahtera, hutannya tetap terjaga.

“Lewat agroforestri ma­­syarakat tidak hanya memperoleh manfaat eko­nomi dari hasil tanaman pangan seperti jagung,” jelasnya. Lebih dari itu masyarakat juga tetap ber­kontribusi menjaga keles­tarian hutan. Karena bagi­nya hutan tetap mem­pu­nyai fungsi sebagai pe­nyangga kehidupan, yang harus terus dijaga.

Pada kegiatan itu, dila­ku­kan penen jagung secara ma­sal. Kemudian kegiatan pe­lepasan hasil panen ja­gung kuartal III Tahun 2025. Pejabat yang hadir juga me­lakukan pelepasan 80 ribu be­nih ikan nila untuk men­du­kung ketahanan pa­ngan. (jpg)