METRO SUMBAR

DPR RI dan Pemko Pariaman Bersinergi, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

×

DPR RI dan Pemko Pariaman Bersinergi, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
BANTUAN— Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima bantuan yang diserahkan anggota DPR RI Ade Rezki.

Pemerintah Kota Pariaman bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, kemarin, bersinergi melakukan langkah taktis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan infrastruktur masyarakat Kota Pariaman. “Fokus utama dari kerja sama ini menyasar pada  pengentasan masa­lah sanitasi dan percepatan kelanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin,: kata anggota DPR RI Ade Rezki, kemarin, usai  menghadiri kegiatan komunikasi informasi dan edukasi bersama tokoh masyara­kat di Balarung Pendopo Walikota Pariaman.

Ade Rezki dalam sambutannya mengatakan bahwa Kota Pariaman mendapatkan bantuan program padat karya sanitasi sebesar Rp 100 juta untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

“Dalam kesempatan ini, Kita salurkan bantuan Padat Karya senilai Rp100 juta dari Kementerian Kesehatan RI untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Anggaran ini dialokasikan untuk perbaikan sanitasi dan pemba­ngunan jamban sehat bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas tersebut,” ujarnya.

Ade Rezki menjelaskan bahwa program jambanisasi ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas utama, di mana kesehatan harus dimulai dari lingkungan yang bersih. “Rumah warga yang belum memiliki jamban baik nanti akan kita buatkan kloset, saluran air, hingga septic tank-nya. Tujuannya agar lingku­ngan bersih dan tidak ada lagi limbah kotoran rumah tangga,” tambahnya.

Baca Juga  Panen Melimpah, Enam Komoditas Pangan Turun Harga

Tidak hanya pengentasan masalah sanitasi, Ade Rezki juga akan melanjutkan pembangunan RSUD dr. Sadikin, Kota Pariaman Terkait infrastruktur fasilitas kesehatan. Pemkot Pariaman bersama DPR RI tengah gencar mendesak Kementerian Kesehatan untuk mempercepat kelanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin yang sempat terbengkalai beberapa tahun. Tingginya angka kunjungan dan kebutuhan rawat inap membuat penambahan ruangan di rumah sakit ini menjadi sangat mendesak.

Seperti yang telah di­beritakan beberapa waktu lalu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad telah berkoordinasi langsung dengan Bappenas, Men­teri Kesehatan, serta Wakil Menteri Kesehatan. Diharapkan dengan pengawalan dari DPR RI, du­kungan anggaran pusat minimal sebesar Rp50 miliar dapat terealisasi. Pemkot menargetkan pem­bangunan RSUD dr. Sadikin dapat rampung maksimal pada tahun 2027.

“Pada kesempatan ini, RSUD dr. Sadikin juga dipastikan akan menerima pasokan alat kesehatan khusus berupa fasilitas PICU (Pediatric Intensive Care Unit) dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan. Bantuan alat penanganan khusus bayi baru lahir (neonatal) ini diproyeksikan akan tiba pada kuartal 3 atau kuartal 4 Tahun 2026 untuk menekan angka kematian ibu dan anak, “ ungkap Yota Balad.

Baca Juga  Zulhendrayani: Cegah Virus dalam Nagari

Melalui program ini, Pemkot Pariaman juga optimis dapat mempertahankan komitmen target Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan hingga 100%. “Tahun lalu bantuan ini diberikan kepada Desa Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman dan Tahun ini di Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pa­riaman. Tidak hanya itu, Kita akan meminta kepada jajaran untuk kembali menginventarisir, mana kawasan atau wilayah yang memang diperlukan untuk intervensi perbaikan sanitasi dan jambanisasi. Semoga dalam 5 tahun kepemimpinan kami ini, semua bisa tercapai, sehingga masya­rakat Kota Pariaman bisa hidup sehat dengan jamban yang layak,” tutup­nya. (efa)