METRO PADANG

Dilepas Fadly Amran, 1.000 Pelari Padati Bhayangkara Run Polresta Padang 2026

×

Dilepas Fadly Amran, 1.000 Pelari Padati Bhayangkara Run Polresta Padang 2026

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Ribuan pasang kaki memadati jalanan Kota Padang dalam gelaran Bhayangkara Run Polresta Padang “Road to Police Women Run 2026”, Minggu (7/6/2026) pagi. Kegiatan olahraga lari massal yang mengambil titik start dan finish di depan Markas Komando (Mako) Polresta Padang, dilepas secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang juga ikut membaur dan berlari bersama para peserta.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, agenda ini sengaja dikemas sebagai pemicu semangat hidup sehat sekaligus ruang rekreasi bagi warga kota. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut hangat inisiatif yang sukses mengge­rakkan massa untuk berolahraga bersama.

“Bhayangkara Run ini sangat positif karena mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan. Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar,” ujar Fadly

Menempuh rute sepanjang 5 kilometer, ajang ini menjelma menjadi lautan manusia lintas generasi. Tidak hanya sekadar berlari, momentum ini dimanfaatkan oleh jajaran apa­ratur untuk meruntuhkan sekat dan membaur langsung dengan masyarakat.

Fadly juga menyelipkan pujian kepada seluruh jajaran kepolisian yang dinilai konsisten menjaga stabilitas keamanan di wilayah Ibu Kota Provinsi Sumatra Barat tersebut. “Semoga Polresta Padang senantiasa sukses dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan Kota Padang yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga  141.610 Warga Kota Padang belum Disuntik

Di sisi lain, antusiasme tinggi ini memang sudah diprediksi sejak awal pendaftaran dibuka. Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, memaparkan bahwa konsep yang diusung kali ini memang menyasar kedekatan emosional yang natural antara petugas dan warga, dibalut dengan semangat inklusivitas. (oza)