METRO PADANG

Diberhentikan Sepihak, Guru MIN 1 Trauma karena Ada Ancaman Kepsek

×

Diberhentikan Sepihak, Guru MIN 1 Trauma karena Ada Ancaman Kepsek

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA WARTAWAN— Fitri Asri, guru MIN 1 Padang yang dipecat sepihak oleh kepala sekolah, akhirnya mau diwawancara wartawan, akhir pekan lalu. Fitri bersama rekannya, Apriana Saputri, merupakan dua guru honorer yang dipecata tanpa ada surat peringatan dari pihak kepsek sebagai pimpinan.

PADANG, METRO–Satu lagi guru honorer yang diber­hentikan sebelah pihak oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Padang beberapa waktu lalu, akhirnya mau bersuara. Guru malang yang sudah mengabdikan ilmunya untuk mengajar di sekolah tersebut selama tiga tahun terakhir mengaku trauma.

Guru tersebut bernama Fitri Asri. Ia merupakan gadis yatim piatu yang sengaja merantau dari kampungnya dari Pesisir Selatan, tepatnya di Bayang, untuk men­coba peruntungannya di Kota Padang.

Ber­dasarkan hasil wawancara POSMETRO bersama Fitri, Sabtu (27/7), Fitri menjelaskan beberapa hal yang menjadi per­hatian yang dialaminya.

Akibat pemecatan sepihak itu Fitri yang telah mengajar selama tiga tahun itu mengaku trauma. Dia bahkan tidak berani lagi tinggal di dekat seko­lah, sebab masih terba­yang ancaman dan ama­rah sang kepala sekolah.

“Saya selama ini tidak berani tampil karena trauma dengan ancaman yang tidak dilatarbelakangi oleh kesalahan saya, dan tidak ada sangkut pautnya dengan kinerja saya selama ini,” katanya kepada POSMETRO dengan nada se­dih.

Baca Juga  DPD IKM se-Solo Raya Dukung Andre Rosiade Calon Tunggal Ketum DPP IKM

Fitri meyakini skenario pemecatannya sudah di­ren­canakan secara matang oleh Kepsek MIN 1 Padang  Lilis Andriani. Sebab, di hari pemecatan tersebut, dua orang guru penggantinya sudah berada di lingkungan sekolah.

Yang lebih membuat hatinya sedih adalah guru tersebut pengganti tersebut desas-desus yang beredar dikalangan guru adalah berasal dari kampung Kepsek yang memecatnya tersebut.

Fitri menjelaskan, mengapa dia menduga hal ter­sebut karena di hari pertama sekolah, kebetulan dirinya bersama guru baru penggantinya tersebut ber­sebelahan di saat silahturahmi bersalaman dengan para murid.

“Di saat itu kami sempat berbincang dan berkenalan dan setelah saya cari informasi ternyata dia berasal dari Kambang, Kabupaten Pessel, dimana Bu Kepsek juga berasal dari daerah tersebut. Selain itu, yang lebih mengagetkan adalah guru baru tersebut juga sudah tahu di kelas mana dia akan mengajar, sedangkan kami belum mendapatkan informasi apapun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepsek MIN 1 Padang, Lilis Andriani tetap pada pendiriannya, yang mengatakan bahwa kedua guru honorer tersebut tidak dipecat tetapi tidak mendapatkan jam mengajar lagi.

Baca Juga  Datangi Pasar Bandar Buat, Polisi Sosialisasi dan Berikan Edukasi Covid-19

Menanggapi desas-de­sus yang beredar bahwa salah seorang guru baru tersebut merupakan orang kampungnya, Lilis membenarkan hal tersebut.

“Memang benar dia orang Kambang, Pesisir Sela­tan, tetapi tidak ada hu­bu­ngan­nya dengan dua orang ini (guru yang sebelumnya sudah tidak mendapatkan jam mengajar lagi di sekolah), dia sudah lama memasukkan surat lamaran,” kata Lilis.

Lilis juga menjelaskan, sekolah tersebut juga ingin menambah satu lagi guru baru untuk mengajar di suatu kelas, sehingga dicarikan lagi guru dari luar.

Selain itu, Lilis juga menanggapi informasi yang beredar bahwa guru pengganti lainnya adalah kolega suaminya, Lilis menegaskan hal tersebut ti­dak benar, dan mengatakan itu jelas-jelas salah.

“Itu salah, salah besar. Saya tidak mengetahui guru yang kedua ini. Dari mana kampungnya saya tidak mengetahui. Tidak ada kolega dari suami sa­ya, saya sampai sekarang tidak tahu dimana rumahnya (guru baru tersebut),” tukasnya. (brm)