OLAHRAGA

Delapan Tim Pastikan Berlaga di LFN 2026 Sumbar, Berlangsung 3-9 Agustus di Rafhely Bypass

×

Delapan Tim Pastikan Berlaga di LFN 2026 Sumbar, Berlangsung 3-9 Agustus di Rafhely Bypass

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Kompetisi Liga Futsal Nusantara (LFN) 2026 ting­kat Provinsi Sumatra Barat dipastikan kembali bergulir pada 3 hingga 9 Agustus 2026.

Ajang resmi kompetisi futsal di level amatir ini akan berlangsung di La­pangan Rafhely Futsal Bypass, Kota Padang. Sebanyak delapan klub asal Su­matra Barat berpartisipasi pada musim 2026.

Delapan tim yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya, yaitu Akademi Riseva Talawi, Pasaman Saiyo, Gemanicks (Pasaman), EKS Fadillah, Fonstrom (Solok), SF Spartacks, Abell FC, dan Vamos Nakhaza.

Ketua Panitia Pelaksana LFN 2026 Sumbar, Vembi Fernando, menyatakan bah­­wa persiapan teknis dan kepesertaan turnamen telah rampung disiapkan.

“LFN 2026 Sumatra Barat akan terlaksana mulai tanggal 3 sampai 9 Agustus di Rafhely Futsal Bypass. Alhamdulillah sudah ada delapan tim yang me­nyatakan diri siap berlaga,” ujar Vembi Fernando.

Kompetisi LFN tahun ini menandai berlakunya skema kompetisi baru yang diterapkan Federasi Futsal Indonesia (FFI). Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, pemenang LFN tingkat pro­vinsi akan langsung melangkah ke babak nasional tanpa melalui fase regio­nal yang panjang. Babak nasional tersebut rencananya bakal digelar di salah satu dari tiga opsi lokasi, yakni Yogyakarta, Jakarta, atau Jawa Barat.

“Liga Futsal Nusantara 2026 ini memulai fase baru dari FFI. Siapa pun yang menjadi juara di tingkat provinsi akan langsung melangkah ke babak nasional yang ditentukan oleh FFI. Skemanya mirip de­ngan sistem Liga 4 pada cabang olahraga sepak bola,” kata Vembi.

Baca Juga  Verifikasi Keabsahan Atlet Porprov XVI 2026, KONI Sumbar Libatkan Technical Delegate

Selain perubahan format melangkah ke tingkat nasional, FFI juga menekankan aspek regenerasi pemain muda. Dalam re­gulasi musim ini, seluruh tim wajib mendaftarkan pemain dengan ketentuan batasan usia yang ketat. Pemain utama didominasi oleh kelahiran 2004, serta terdapat kuota wajib untuk pemain kelompok umur yang lebih muda.

“FFI tahun ini mencoba membuat sistem yang fo­kus pada regenerasi pemain muda futsal. Pemain utama yang berlaga adalah kelahiran 2004, dan seluruh tim wajib memiliki minimal enam pemain terdaftar kelahiran 2007 atau kategori U-19,” tutur Vembi menambahkan.

Vembi juga menyebutkan bahwa sejumlah tim berpotensi memanfaatkan deretan pemain kelahiran 2009 sebagai langkah persiapan jangka panjang meng­hadapi Pekan Olah­raga Nasional (PON) mendatang.

Perubahan signifikan lain yang dihadirkan FFI ada pada mekanisme promosi menuju Professional Futsal League 2 (PFL 2). Pemegang gelar juara nasional LFN tidak lagi otomatis meraih tiket promosi langsung, melainkan harus melewati tahapan verifikasi kelayakan klub terlebih dahulu.

Skema struktur kom­petisi futsal nasional saat ini terbagi menjadi tiga tingkatan utama, yaitu PFL 1, PFL 2, dan Liga Futsal Nusantara. Sistem verifikasi diberlakukan untuk memastikan kesiapan finansial dan manajerial klub sebelum melangkah ke liga profesional.

“Tim yang menjadi juara LFN di tingkat nasional tidak otomatis promosi ke PFL 2. Mereka akan diberikan kesempatan untuk me­ngikuti verifikasi PFL 2. Jika hasil verifikasi dinyatakan layak, barulah tim tersebut promosi dan menambah kuota PFL 2 yang renca­nanya diperluas dari delapan menjadi 10 tim,” jelas Vembi.

Baca Juga  Pemuda Balai Tangah Pererat Persatuan Melalui Turnamen Bola Voly

Proses verifikasi tersebut mencakup lima hingga enam aspek utama, dengan fokus terbesar pada stabi­litas keuangan klub. Tim peserta wajib menyerahkan deposit dana serta membuktikan transparansi finansial yang berkelanjutan.

“Salah satu aspek utama dalam verifikasi adalah finansial. Tim yang me­ngikuti verifikasi harus menyetorkan deposit senilai kurang lebih Rp150 juta dan memiliki kekuatan finansial yang jelas, baik dari pendapatan mandiri, ke­kuatan pemilik klub, maupun jaminan sponsorship,” terangnya.

Guna meningkatkan pro­­fesionalisme tata kelola klub di Sumatra Barat dan seluruh Indonesia, pe­­n­daftaran LFN 2026 kini terintegrasi secara digital melalui sistem Sistem Informasi dan Administrasi PSSI/FFI (SIAP). Konse­kuensi dari penggunaan sistem ini adalah seluruh klub peserta diwajibkan memiliki status hukum yang sah.

“Saat ini pendaftaran seluruh provinsi di Indonesia sudah wajib menggu­nakan sistem SIAP. Artinya, seluruh klub yang berlaga di LFN 2026 wajib berbadan hukum secara legal. Kami berharap tim wakil Sumatra Barat nantinya mampu menunjukkan performa terbaik dan lolos hingga tingkat nasional,” pungkas Vembi. (rom)