OLAHRAGA

Dari Warung ke Smartphone, dari Permainan Rakyat ke Cabor, Domino Mulai Bergeliat di Era Digital

×

Dari Warung ke Smartphone, dari Permainan Rakyat ke Cabor, Domino Mulai Bergeliat di Era Digital

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Permainan domino digital.

JAKARTA, METRO–Permainan domino yang dulu identik dengan warung kopi dan pos ronda kini semakin akrab di ruang digital. Perubahan pola hiburan ma­syarakat yang mengandalkan smartphone membuat permainan klasik ini kembali populer melalui sejumlah platform.

Di tengah tren hiburan serba cepat, domino dinilai mampu mengikuti kebiasaan baru pengguna yang lebih menyukai permainan sing­kat dan fleksibel di sela aktivitas harian. Pengguna cu­kup memainkan beberapa ronde tanpa harus menghabiskan waktu lama.

Perwakilan Higgs Games Island, Ray, menyebut perubahan terbesar bukan terjadi pada permainannya, melainkan cara masyarakat mengaksesnya.

Baca Juga  Danny Kosasih Wafat, Stafsus Menpora Ardima Rama Putra Ditunjuk Sebagai Plt Ketum PP Perbasi

“Domino itu sudah ada dalam keseharian masya­rakat sejak lama. Yang be­rubah bukan permainannya, tapi cara orang mengakses­nya. Sekarang semua serba cepat, dan domino bisa me­ngikuti ritme itu,” ujarnya.

Menurutnya, kedekatan budaya menjadi alasan domino tetap bertahan di tengah banyaknya pilihan game modern. Banyak pemain juga tidak perlu mempelajari u­lang aturan permainan karena sudah familiar sejak lama.

“Banyak pengguna tidak perlu belajar dari nol. Mereka sudah paham cara mainnya, jadi bisa langsung me­nik­mati. Itu yang membuat domino cepat jadi pilihan utama di platform kami,” kata Ray.

Baca Juga  Sidang Pengaturan Skor Joko Driyono, Lakukan Pembelaan Soal Penghancuran BB

Ia menambahkan, game saat ini tidak selalu harus dimainkan dalam durasi panjang, melainkan hadir sebagai hiburan ringan di momen-momen singkat sehari-hari.

“Kami ingin jadi sesuatu yang dekat dengan rutinitas. Bukan game yang harus dimainkan lama, tapi yang bisa hadir di momen-momen kecil—saat istirahat, me­nunggu, atau sekadar ingin refresh sebentar,” tambahnya.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana permainan tradisional dapat tetap relevan dengan menyesuaikan diri pada pola konsumsi hiburan digital yang lebih praktis dan cepat. (jpg)