OLAHRAGA

Cetak Sejarah, Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya

×

Cetak Sejarah, Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya

Sebarkan artikel ini
CETAK SEJARAH— Como akhirnya menulis salah satu kisah paling mengejutkan di sepak bola Italia musim ini. Klub asuhan Cesc Fabregas resmi memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

COMO akhirnya menulis salah satu kisah paling mengejutkan di sepak bola Italia musim ini. Klub asuhan Cesc Fabregas resmi memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah. Me­reka menghancurkan Cremonese 4-1 pada pekan terakhir Serie A.

Melansir BBC, hasil itu menjadi penutup sempurna bagi perjalanan luar biasa Como, yang baru dua musim kembali bermain di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Como tampil penuh per­caya diri sejak menit awal menghadapi Cremonese yang sedang berjuang menghindari degradasi. Gol dari Jesus Rodriguez dan Tasos Douvikas membuat tim tamu langsung memegang kendali per­tandingan.

Cremonese sempat men­dapatkan harapan setelah Jamie Vardy dijatuhkan di kotak penalti dan Federico Bonazzoli sukses memperkecil ketertinggalan lewat titik putih. Namun pertandingan be­ru­bah panas di babak kedua.

Momen paling dramatis datang sekitar 20 menit sebelum laga selesai ketika Como mendapatkan penalti kontroversial. Ke­putusan wasit memicu kemarahan kubu Cremonese hingga situasi di lapangan memanas. Gelandang Alberto Grassi menerima kartu merah langsung ka­rena melakukan protes keras kepada wasit.

Baca Juga  Juara Umum SEA Games 2025, PB Perpani Bidik Emas Asian Games 2026

Tidak berhenti di situ, dua pemain cadangan Cremonese, Milan Djuric dan David Okereke, juga ikut diusir keluar lapangan akibat keributan yang terjadi di bangku cadangan.

Dalam situasi unggul jumlah pemain, Como semakin nyaman mengontrol pertandingan. Da Cunha kemudian mencetak gol keempat di penghujung laga untuk memastikan keme­nangan besar sekaligus mengunci sejarah baru klub.

Sebelum pertandingan dimulai, Como sebenarnya tidak hanya membutuhkan kemenangan. Mereka juga harus berharap salah satu dari AC Milan atau Roma gagal meraih poin agar bisa finis di empat besar.

Roma berhasil menjalankan tugasnya dengan menang atas Hellas Verona dan mengamankan posisi ketiga. Namun kejutan datang dari AC Milan. Rossoneri justru kalah 2-1 dari Cagliari, hasil yang membuat Como melompati me­reka dan naik ke posisi keempat klasemen akhir Serie A.

Bagi Milan, hasil ini terasa sangat menyakitkan mengingat mereka adalah tujuh kali juara Liga Champions, tetapi kini justru gagal lolos ke kompetisi tersebut.

Baca Juga  Musprov IWbA Sumbar Digelar, Woodball Siap Debut di Porprov 2026

Keberhasilan Como dan Roma juga membawa dampak buruk bagi Juventus. Tim asuhan Luciano Spalletti awalnya masih memiliki peluang finis di empat besar, tetapi nasib mereka praktis sudah tertutup bahkan sebelum per­tandingan melawan Torino selesai dimainkan. Juventus akhirnya harus puas tampil di Liga Europa mu­sim depan.

Ironisnya lagi, pertandingan Derby della Mole sempat ditunda selama satu jam karena alasan keamanan setelah terjadi bentrokan antar suporter yang menyebabkan seorang fans Juventus harus dilarikan ke rumah sakit.

Lolosnya Como ke Liga Champions menjadi pencapaian luar biasa bagi Cesc Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu perlahan membangun identitas permainan Como sejak kembali promosi ke Serie A.

Kini, hanya dalam mu­sim kedua mereka di kasta tertinggi, Fabregas sukses membawa Como bersaing dengan raksasa-raksasa Italia dan mengamankan tempat di kompetisi elite Eropa.

Bagi para pendukung Como, ini bukan sekadar tiket Liga Champions. Ini adalah kisah dongeng yang akhirnya menjadi kenya­taan. (jpg)