METRO PADANG

Berusia 9 Tahun, RS Unand Perkuat Layanan Unggulan dan Targetkan Jadi RSP Utama 2027

×

Berusia 9 Tahun, RS Unand Perkuat Layanan Unggulan dan Targetkan Jadi RSP Utama 2027

Sebarkan artikel ini
FUNWALK 9 TAHUN RS UNAND— Direktur Utama RS Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS, melepas perserta Funwalk dalam rangkaian kegiatan memeriahkan HUT Rumah Sakit Unand ke-9, Minggu (29/3).

PADANG, METRORumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan berdaya saing nasional hingga internasio­nal. Memasuki usia ke-9 yang bertepatan dengan momentum Lustrum Universitas Andalas, RS Unand menegaskan komitmennya dalam peningkatan layanan, kolaborasi, serta pengembangan fasilitas kesehatan.

Direktur Utama RS Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.­VE(K), FIATCVS, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan ulang tahun tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti olahraga dan bakti sosial (baksos), dengan fun walk sebagai acara puncak yang digelar pada Minggu (29/3).

“Kerja sama dan kolaborasi menjadi kunci utama, karena pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri. RS Unand telah menjalin banyak kemitraan, baik dalam pela­yanan maupun penguatan fasilitas pendukung untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran pasien,” ujar Riendra.

Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian pen­ting RS Unand, di antara­nya akreditasi paripurna dengan layanan unggulan di bidang onkologi serta sebagai rumah sakit rujukan plasenta. Selain itu, RS Unand tengah menunggu penetapan resmi sebagai Rumah Sakit Tempat Eva­kuasi Akhir (TEA) bencana dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Kelurahan Bungo Pasang Dinilai Tim Penilai Provinsi Sumbar

Dari sisi pengemba­ngan institusi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menetapkan RS Unand sebagai rumah sakit pendidikan (RSP) Klaster A. Status ini menuntut RS Unand untuk me­ningkatkan reputasi internasional serta memperluas layanan dan inovasi.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, RS Unand akan mendapatkan dukungan revitalisasi de­ngan alokasi pendanaan sekitar Rp7 miliar untuk peningkatan fasilitas dan layanan.

Saat ini, RS Unand telah mengembangkan sejumlah layanan unggulan se­perti terapi radiasi dan intensive care yang sudah berjalan. Ke depan, manajemen menargetkan pe­nguatan layanan jantung terpadu sebagai salah satu fokus pengembangan la­yanan kesehatan.

“RS Unand tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga pada penguatan fungsi pendidikan dan penelitian. Rumah sakit ini harus menjadi pusat pengembangan riset yang berdampak dan menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas,” jelasnya.

Baca Juga  Warga RT 01/06 Kelurahan Pisang Goro Bersihkan Sarang Ular

Selain akreditasi rumah sakit, RS Unand juga te­ngah mempersiapkan akreditasi bidang pendidikan dan pelatihan (diklat), guna memperkuat kapasitas sebagai institusi pelatihan yang mandiri dan diakui Kementerian Kesehatan.

Riendra menargetkan RS Unand dapat menjadi rumah sakit pendidikan utama (RSP Utama) pada tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unand, Dr. Hefrizal Handra, menambahkan bahwa penetapan RS UNAND sebagai Klaster A juga membawa tanggung jawab untuk membina rumah sakit lain, salah satunya RS Universitas Riau (UNRI). Ia juga menyebutkan bahwa Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unand saat ini berada pada Klaster B.

Ia juga mengungkapkan adanya peluang baru melalui regulasi Kemdiktisaintek terkait skema pinjaman bagi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Kebijakan ini membuka ruang pengembangan, termasuk investasi alat kesehatan berteknologi tinggi.

“Namun, peluang ini juga menjadi tantangan. Pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati dan akuntabel agar pengembangan institusi berjalan optimal,” pungkasnya. (ren/rel)