METRO BISNIS

Bank Mandiri Perkuat Sinergi UMKM Go Global, Dorong Produk Binaan Masuk Pasar Internasional

×

Bank Mandiri Perkuat Sinergi UMKM Go Global, Dorong Produk Binaan Masuk Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Bank Mandiri mendo­rong ekspansi pasar UM­KM ke kancah global melalui partisipasi dua pelaku usaha binaan, Fisnack dan SILA Tea, dalam ajang Sum­­mer Fancy Food Show 2026 di Javits Center, New York.

Senior Vice President (SVP) Micro Development & Agent Banking Bank Man­diri, Bayu Trisno Arief Setiawan, mengatakan lang­kah ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pemberdayaan UMKM Bank Mandiri yang mengintegrasikan akses pem­biayaan, pendampingan usa­ha, digitalisasi, dan perluasan pasar internasional guna membentuk pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing.

Selain itu, bank bersandi saham BMRI ini juga memiliki berbagai program pemberdayaan, seperti Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Mikro Fest (MMF), yang menjadi wadah pengembangan inovasi, peningkatan kompetensi, serta penguatan daya saing UMKM binaan agar semakin siap bersaing di pasar domestik maupun internasional. Program-program tersebut merupakan bagian dari strategi akselerasi yang bertumbuh Bank Mandiri dalam menciptakan UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak eko­nomi nasional.

“Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional, Bank Mandiri melalui Mandiri Cayman Islands Branch memfasilitasi partisipasi dua UMKM binaan, yakni Fisnack dan SILA Tea. Pameran tersebut merupakan salah satu ajang makanan dan minuman terbesar di Amerika Utara yang menjadi titik temu para importir, distributor, retailer, serta pelaku industri global,” ujar Bayu dalam ke­terangan resmi pada Rabu (15/7).

Baca Juga  Mobil Bukan Sekadar Besi dan Mesin – Ini Alasan Anda Butuh Perlindungan Maksimal

Partisipasi tersebut me­rupakan hasil sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri dan Atase Perdagangan RI di Wa­shington, D.C. dalam mem­perluas akses pasar ekspor UMKM Indonesia. Sinergi ini diwujudkan me­lalui pe­nyelenggaraan ke­giatan promosi pemberdayaan UMKM Indonesia dan business matching yang dirancang untuk mem­perluas peluang ekspor sekaligus meningkatkan kesiapan UMKM memasuki pasar global, memiliki pondasi kuat untuk tumbuh dan naik kelas.

Dalam ajang tersebut, SILA Tea, alumni WMM, memperkenalkan produk teh premium khas Indonesia yang telah memenuhi standar pasar ekspor. Sementara itu, Fisnack, UM­KM binaan MMF, menam­pilkan camilan berbahan dasar ikan dengan inovasi produk dan kemasan yang kompetitif untuk pasar internasional.

Hingga saat ini, Bank Mandiri telah membina lebih dari 700 UMKM dari berbagai sektor usaha me­lalui program yang mencakup peningkatan kapasitas, digitalisasi bisnis, penguatan daya saing, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. Keikutsertaan pada Summer Fancy Food Show 2026 menjadi momentum strategis bagi UMKM Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis internasional, membuka peluang kerja sama de­ngan pembeli global, se­kaligus me­ning­katkan potensi ekspor pro­duk nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga  Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri membangun keunggulan yang berkelanjutan bagi UMKM Indonesia melalui penguatan kapasitas, akses pasar, dan kolaborasi lintas ekosistem. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri menjadi bukti transformasi BUMN yang berjalan melalui penguatan kolaborasi, inovasi la­yanan, dan pemberdayaan sektor produktif yang mem­berikan dampak nyata bagi pertumbuhan eko­nomi nasional.

“Ke depan, Bank Man­diri akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, dan berbagai mitra strategis untuk mempercepat transformasi UMKM Indonesia menjadi pelaku usaha berkelas dunia. Me­lalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berkomitmen menghadirkan e­ko­sistem pemberdayaan yang semakin inklusif dan berkelanjutan sehingga UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasio­nal,” pungkas Bayu. (rel)