METRO PADANG

Balap Liar di Balaikota, 2 Pemuda Diamankan, Langsung Kocar-kacir Melihat Kedatangan Petugas

×

Balap Liar di Balaikota, 2 Pemuda Diamankan, Langsung Kocar-kacir Melihat Kedatangan Petugas

Sebarkan artikel ini
DIAMANKAN PETUGAS— Dua pemuda yang melakukan aksi balap liar di kompleks Balaikota Padang, Aiepacah, diamankan petugas Satpol PP, Kamis (14/3) malam.

AIE PACAH, METRO–Aksi tawuran dan balap liar yang dilakukan anak muda di Kota Padang kian meresahkan. Kawanan anak muda pada Kamis (14/3) malam, yang akan melakukan aksi balap liar kocar-kacir saat menge­ta­hui kedatangan personel Satpol-PP.

Dari sekian banyak pelaku balap liar tersebut, dua orang dengan satu unit sepeda motor berhasil diamankan Satpol-PP dan di­bawa ke Mako Satpol-PP untuk menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Kasi Pengawasan dan Pembinaan Satpol-PP Pa­dang, M. Azis mengatakan bah­wa akibat kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda tersebut mengganggu masyarakat setempat.

Baca Juga  Unitas Gelar Wisuda ke-69, Rektor: Lulusan Unitas Siap Hadapi Dunia Kerja dan Global yang Kompetitif

Terlebih lagi, tempat yang dijadikan aksi balap liar tersebut adalah kompleks perkantoran Balaikota Padang, Aie Pacah.

“Dua orang berhasil diamankan serta satu unit kendaraan juga turut kita bawa, mereka diserahkan ke PPNS Satpol-PP Padang untuk didata,” katanya.

“Akibat kegiatan mereka tersebut membuat ma­syarakat sekitar yang tengah melakukan ibadah sha­­­lat tarawih jadi ter­ganggu.­ Selain itu lokasi tempat mereka melakukan balapan tersebut adalah lokasi perkantoran Balai Kota Padang maka kita lakukan pengawasan dan penertiban,” tegasnya.

Baca Juga  Peringati Hari Pahlawan 10 November, 208 Pelari Bakal Bersaing pada Ajang SP Runners Fun Run 

Dia menyebut, Satpol PP lebih memaksimalkan lagi pengawasan di kompleks perkantoran Balaikota Padang tersebut, sehingga steril dari aksi-aksi negatif yang dilakukan oleh para pemuda.

Terhadap dua orang pemuda tersebut, akan dilakukan pemanggilan terhadap orang tuanya, agar orang tuanya mengetahui apa yang dilakukan anak-anak­­nya diluar rumah, agar menimbulkan efek jera sehingga tidak mengulanginya lagi.

“Untuk proses lebih lanjut pihak orang tua juga dipanggil dengan harapan kedepan mereka tidak lagi mengulangi,” tutup Azis. (brm)