METRO SUMBAR

Bakar Ban, Aksi Demo Ratusan Mahasiswa di Depan Kantor Gubernur Memanas

×

Bakar Ban, Aksi Demo Ratusan Mahasiswa di Depan Kantor Gubernur Memanas

Sebarkan artikel ini
Aksi pembakaran ban di depan Kantor Gubernur Sumbar oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumbar.

PADANG, METRO– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (15/6).

Aksi mahasiswa yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu dikawal ratusan aparat Polresta Padang. Aksi mahasiswa tersebut hanya bisa dilakukan di tengah Jalan Sudirman depan Kantor Gubernur. Mahasiswa tidak bisa masuk ke halaman Kantor Gubernur, karena pagar gerbang Kantor Gubernur ditutup rapat dan dikawal aparat.

Aksi demonstrasi mulai memanas saat mahasiswa mulai melakukan pembakaran ban di depan pagar gerbang Kantor Gubernur Sumbar. Mahasiswa meminta Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wagub) Vasko Ruseimy menemui mereka dan mendengarkan langsung tuntutan yang mereka sampaikan. Namun, permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi. Kedua pemimpin tersebut tidak menampakkan batang hidungnya.

Asisten 1 Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri yang datang menemui mahasiswa juga mendapat penolakan dari mahasiswa. Tidak lama kemudian, Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi datang menemui mahasiswa.

Arry menyampaikan, Gubernur Sumbar tidak berada di Kota Padang. Sementara, wagub juga sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Agam menuju Padang. Namun, dari informasi di lingkungan Pemprov Sumbar diketahui Mahyeldi saat ini diketahui berkunjung ke Jepang.

Arry mengatakan, aspirasi yang telah disampaikan diterima dan ditampung dan akan ditindaklanjuti,. Arry juga menegaskan siap mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang dilakukan Pemprov Sumbar. “Aspirasi yang adek-adek sampaikan kami terima dan tampung. Insya Allah akan ditindaklanjuti dan pertanggungjawabkan apa yang dilakukan Pemprov Sumbar selama ini,” tegasnya.

Baca Juga  Pemko Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pengungsi Tercukupi

Mahasiswa menegaskan, pihaknya hanya ingin menyampaikan tuntutan kepada gubernur dan wagub. “Berdasarkan hasil konsolidasi kami, kami hanya ingin menyampaikan tuntutan kepada dua orang ini (gubernur dan wagub). Kalau memang wagub dari Agam akan menuju Padang, akan kami tunggu,” tegas Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Mahasiswa Maichel Firmansyah.

Dalam orasinya, Korlap Aliansi Mahasiswa Sumbar, Maichel Firmansyah menuntut transparansi Penggunaan APBD Sumbar. Mahasiswa menegaskan menolak penggunaan APBD untuk renovasi rumah dinas gubernur, wagub, sekretaris daerah, dan kantor gubernur. “Kami mendesak Pemprov Sumbar membuka transparansi penggunaan APBD kepada publik dalam waktu 1×24 jam,” tegasnya.

Penutupan PETI

Tidak hanya meminta transparansi penggunaan APBD, Aliansi Mahasiswa Sumbar yang terdiri dari Organisasi Mahasiswa GMNI dan HMI Sumbar juga meminta pemerintah dan aparat menuntaskan serta menutup aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sumbar dalam waktu dua minggu.

Penanganan Pascabencana Ekologis

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) dan penyaluran bantuan bagi korban bencana ekologis yang terjadi pada akhir 2025.

Termasuk juga meminta pemerintah fokus memperbaiki ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur pascabencana, serta memperhatikan mahalnya biaya hidup dan kondisi pendidikan.

Minta Peran Anggota DPR RI

Mahasiswa juga menuntut 14 Anggota DPR RI asal Sumbar lebih aktif menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat pusat. Termasuk menyuarakan penolakan RUU Polri dan dan dukungan RUU Perampasan Aset.

“Kami mendesak pembatalan RUU Polri yang dinilai mengancam ruang sipil. Mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Baca Juga  Kejari Pessel, Tahan GY dan R, Perkara Korupsi PDAM Tirta Langkisau Tahun 2019 - 2021

Termasuk juga tuntutan penurunan harga bahan pokok dan BBM. “Kami menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” tegasnya.

Hingga batas akhir penyampaian pendapat yang diberikan Polresta Padang pukul 18.00 WIB, ratusan mahasiswa tetap bertahan di depan Kantor Gubernur. Mereka tidak mau membubarkan diri sebelum Gubernur Sumbar dan wagub menemui mereka.

Aksi mulai berlangsung panas ketika pihak aparat meminta ratusan mahasiswa membubarkan diri. Namun, ratusan mahasiswa nekat menuju ke tengah badan jalan dan menutup akses jalan utama di Kota Padang itu. Bahkan mahasiswa melakukan aksi pembakaran di tengah badan jalan. Aparat polisi pun dengan sigap memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran.

Aparat polisi berusaha menemui korlap aksi untuk negosiasi agar membubarkan diri. Namun, mahasiswa menegaskan tidak ada negosiasi malam itu.

Aksi tersebut menimbulkan ketegangan. Polisi pun lalu membentuk barisan pagar dengan perlengkapan anti huru hara di tengah jalan. Mahasiswa tetap bertahan tidak mau mundur. Bahkan, mahasiswa nekat duduk bersama, di depan barikade polisi. Mereka tanpa takut sekalipun, tidak mau beranjak duduk di tengah jalan.

Mahasiswa meminta kepada aparat memberikan waktu berdiskusi. Hasil diskusi mahasiswa malam itu menyepakati membubarkan diri dengan damai. Mahasiswa pun membubarkan diri pukul 19.15 WIB. Setelah mahasiswa menyatakan membubarkan diri, apparat polisi pun mundur dan masuk ke halaman Kantor Gubernur Sumbar.(fan)