METRO PADANG

Andre Rosiade: Pertamina Hulu Energi Kontributor Utama Produksi Migas Nasional

×

Andre Rosiade: Pertamina Hulu Energi Kontributor Utama Produksi Migas Nasional

Sebarkan artikel ini
NARASUMBER— Anggota DPR RI dari Sumbar Andre Rosiade, saat membuka Sosialisasi Peran Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional, di Hotel Truntum Padang, Kamis (31/8).

PADANG, METRO–PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream, ber­peran sebagai kontributor utama produksi minyak dan gas (migas) nasional. Pada tahun 2022, PHE memberikan kontribusi sebesar 68% produksi minyak nasional dan 34% produksi gas nasional.

“Berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), bauran kom­posisi energi akan berubah perlahan hingga tahun 2050, dimana energi baru terba­rukan akan mendominasi kebu­tuhan energi nasional,” kata anggota DPR RI dari Sumbar Andre Rosiade, saat membuka Sosialisasi Peran Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk Menjaga Keta­hanan Energi Nasional, di Hotel Truntum Padang, Kamis (31/8).

Acara ini juga dihadiri ketua panitia yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar, Nur­haida dan narasumber aka­­­demisi dari Universitas An­dalas (Unand) Padang, Dr Feri Arlius.

Secara daring Andre mengatakan, sejalan dengan hal tersebut, volume kebutuhan akan energi fosil pun akan terus meningkat, sehingga PHE sebagai kontributor utama harus konsisten menjalankan proses bisnis secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Anggota Komisi VI yang bermitra dengan BUMN ini menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, PHE menjalankan tiga strategi utama. Pertama untuk melawan laju penurunan ala­miah (natural declining rate) di wilayah kerja eksisting, PHE melakukan pengeboran sumur pe­ngem­bangan dan perawatan sumur.

Strategi kedua, sambung Ketua DPD Partai Gerinda Sumbar ini, PHE juga melakukan pengeboran sumur eksplorasi untuk mencari potensi cadangan baru untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Baca Juga  Sebarkan Energi Optimisme, ACT Inisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan

Lalu tambah Andre, dalam strategi terakhir, PHE menjalankan akuisisi di wilayah kerja baru dengan bekerjasama melalui partner dan melakukan ekspansi.

Dalam rangka mendu­kung Green Strategy PT Pertamina (Persero), sebut Andre, PHE tentunya berupaya untuk melakukan berbagai macam program dekarbonisasi. Salah satunya melalui pemanfaatan sumber energi gas sebagai energi transisi yang rendah emisi dan ramah lingkungan.

“Hal ini tercermin dari project gas yang telah di­res­mikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 2022 yaitu Pro­yek Strategis Nasional pe­ngem­bangan lapangan unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Jawa Timur dan temuan potensi cadangan gas melalui pengeboran sumur eksplorasi di beberapa wilayah Indonesia,” papar ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre menegaskan, seluruh strategi yang dijalankan memiliki kebutuhan pendanaan yang tidak sedikit, sehingga PHE perlu mendapatkan dukungan dari berbagai aspek, di antaranya pendanaan dan langkah-langkah investasi yang transparan agar kegiatan operasional bisa berjalan lancar untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Saat ini, kata Andre lagi, negara Indonesia merupakan negara net importir minyak dimana produksi minyak dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan minyak nasional sehingga diperlukan komitmen pemenuhan target produksi minyak nasional.

“Dengan tersedianya investasi, baik melalui pa­sar keuangan maupun part­nership, maka PHE dapat berkembang dan menjaga keberlanjutan hulu migas nasional serta diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan migas dalam negeri,” pung­kas Andre Rosiade.

Baca Juga  Pendapatan Daerah Tembus Rp3 Triliun, Pemko Padang Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026 ke DPRD

Sementara itu, akademisi dari Unand, Dr Feri Arlius menegaskan, Pertamina memiliki peran stra­tegis dalam menyediakan energi yang sangat dibu­tuh­kan bangsa ini untuk me­ng­gerakkan seluruh sen­di-sendi kehidupan di Indonesia. Atas tanggung jawabnya tersebut, Pertamina telah membangun jaringan bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pertamina katanya, kemudian membuat beberapa anak perusahaan. Salah satunya Pertamina Hulu Energi yang tugasnya mencari sumber-sumber energi migas dan merawat sumber migas tua (sumur migas) agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal. PHE ini mengelola puluhan blok atau tambang migas baik di dalam maupun di luar negeri.

“PHE melakukan beberapa kegiatan, mulai dari pengeboran minyak, hingga mencari lokasi cadangan minyak baru untuk dieksplorasi dari Sabang hingga Merauke,” ujarnya.

Ia menyebut, tahun 2022 ini PHE memberikan kontribusi 68 persen energi di Indonesia yang memberikan pendapatan kepada negara mencapi Rp269 triliun dari target Rp149 triliun.

Menurutnya, ada dua hal yang menentukan keberlangsungan hidup suatu bangsa. Pertama energi, kedua pangan. Agar sektor energi ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka energi ini harus dikelola atau dikuasai oleh negara melalui BUMN. (*)