JAKARTA, METRO—Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Andre Rosiade menilai keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengganti format Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menjadi Program Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial merupakan bukti nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Menurut Andre, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai aspirasi publik. Sebaliknya, setiap evaluasi dijadikan bahan untuk menyempurnakan program-program strategis agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar.
“Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan aspirasi dan masukan dari masyarakat. Hal-hal yang memang perlu diperbaiki dan disempurnakan tentu dilakukan oleh pemerintah,” kata Andre Rosiade di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (4/7/2026).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menegaskan, sikap terbuka terhadap evaluasi menjadi karakter pemerintahan Presiden Prabowo. Ia mencontohkan, selain penyempurnaan program pelatihan SPPI, pemerintah sebelumnya juga melakukan berbagai perbaikan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat.
Andre menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas setiap program prioritas nasional.
“Ketika ada kritik terhadap pelatihan atau retret bagi manajer Merah Putih, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan. Menurut saya, pembekalan bela negara yang dipadukan dengan pelatihan manajerial memang dibutuhkan agar peserta memiliki nasionalisme sekaligus kemampuan mengelola program secara profesional,” ujarnya.
Evaluasi terhadap Latsarmil dilakukan Kemhan setelah lima peserta Latsarmil SPPI untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP) meninggal dunia akibat masalah kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, Kemhan mengubah format pelatihan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Durasi pelatihan juga dipersingkat dari satu bulan menjadi dua minggu untuk pembekalan bela negara yang berisi materi nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial selama satu bulan yang disesuaikan dengan kebutuhan program, termasuk pembelajaran mengenai pengelolaan koperasi.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjelaskan materi manajerial akan disusun oleh kementerian teknis sesuai bidangnya.
“Materi akan diberikan oleh kementerian masing-masing. Kementerian Koperasi telah menyiapkan modul-modul pembelajaran, demikian juga Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Donny. (*)






