METRO PADANG

Andre Rosiade Minta Tunjangan Kesehatan Pensiunan PTSP Dibayar 31 Januari 2024

×

Andre Rosiade Minta Tunjangan Kesehatan Pensiunan PTSP Dibayar 31 Januari 2024

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN KERJA— Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade, melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang, Jumat (19/1). Ikut hadir Direktur SDM dan Umum PT Semen Indonesia (SI) Agung Wiharto, Dirut PTSP Indrieffouny Indra, Direktur Keuangan dan Umum Oktoweri, Direktur Operasi Pri Gustari Akbar.

PADANG, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade memberi deadline manajemen Semen Indonesia (SI) membayarkan tunjangan kesehatan (tukes) pensiunan PT Semen Padang 31 Januari 2024. Dia meminta 1 Februari 2024 hak-hak pensiunan yang tertunda sekian tahun telah diselesaikan.

Hal itu disampaikan pada Kun­jungan Kerja Perseorangan Anggota DPR RI Andre Rosiade, Jumat (19/1) di Kantor PT Semen Padang di Indarung, Kecamatan Lubuk­ki­langan,­ Kota Padang.

Turut hadir Direktur SDM dan Umum PT Semen Indonesia (SI) Agung Wi­harto, Dirut PTSP Indrieffouny Indra, Direktur Ke­uangan dan Umum Oktoweri, Direktur Operasi Pri Gustari Akbar, para eselon 1 PTSP dan lainnya. Andre juga sempat melakukan kunjungan lapangan meninjau pabrik Indarung 6.

Andre Rosiade menegaskan, dia telah bersurat ke Menteri BUMN Erick Thohir agar direksi Semen Indonesia membayarkan Tukes pensiunan yang belum dibayarkan itu sejak Maret 2021 lalu. Andre mengatakan dana pensiun yang ditaruh di Bumiputera telah dilaporkan Erick Thohir ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Bulan Januari ini harus dituntaskan soal tunjangan kesehatan pensiunan. Kalau tak tuntas Januari, bisa panjang urusannya pak Agung. Januari, pak Oktoweri (direksi PTSP), urusan Tukes harus beres. Saya minta sebagai anggota DPR sampai 31 Januari. Karena ini sudah dua ta­hun. Segera berkoordinasi dengan Kejaksaan, minta persetujuan komisaris atau pemegang saham. Baya­r­kan,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Pada 1 Februari, kata Andre, dia meminta hak-hak pensiunan PTSP sudah dibereskan. “Kalau tidak juga, kami akan panggil Menteri BUMN ke komisi VI untuk membahasnya. Tolong dibereskan. Kepada para direksi SI, kami minta 1 Februari uang itu sudah dibayarkan. Jangan sampai menunggu pensiunan meninggal dulu. Uang itu sudah dicadangkan PTSP. Karena ketidakberanian mengambil keputusan kita zhalim terhadap orang yang berkontribusi terhadap PTSP,” katanya.

Baca Juga  Ikuti Piala Soeratin di Malang, Wako Hendri Septa Lepas Tim PSP U-17

Selain itu, kata Andre, saat ini pensiunan PTSP susah sekali berobat ke Semen Padang Hospital (SPH). “Kenapa tidak ada tempat atau ruangan khu­sus. Jangan sampai diambil alih pula oleh IHC (Indonesian Healthcare Corporation). Buatlah lounge karyawan dan pensiunan. Jadikan legacy (kebijakan warisan) direksi saat ini. Jadi, direksi PTSP harus memastikan hal ini. Kalau serius mengurus, bisa diwujudkan,” katanya.

Andre juga mewanti-wanti direksi Semen Indonesia jangan melakukan pengurangan karyawan. Jangan sampai karyawan dikurangi, termasuk kesejahteraannya. “Saya pahami soal efisiensi, tapi salah satu tugas BUMN membuka lapangan kerja. Jadi cari solusi yang lebih baik. Dari pada karyawan diberhentikan, lebih baik acara dansa-dansi yang menghabiskan uang Miliaran dihentikan. Sehingga bisa diguna­kan untuk membayar gaji karyawan. Daripada PHK,” tegas Andre.

Andre juga meminta direksi Semen Padang ti­dak lembek. Karena direksi PT Semen Padang di-SK-kan Menteri BUMN. Ditanda tangani Erick Thohir. Bukan diangkat oleh manajemen Semen Indonesia Group (SIG). “Bapak bertiga harus berani menyuarakan aspirasi karyawan. Jangan ta­kut-takut menyampaikan. Status bapak direksi BUMN. Sama dengan pak Agung dan pak Donny Arsal (Dirut SIG). Kapan saja bisa di­copot­ menteri. Jadi pak Agung, tolong perlakukan direksi PTSP ini sebagai direksi BUMN, bukan SVP (Senior Vice President),” kata Andre.

Baca Juga  Penanganan Covid-19 di 2021, Pemko Alokasikan Dana Rp 56,58 M

Dirut PTSP Indrieffouny Indra mengakui, Andre Rosiade sudah banyak berperan mendukung bisnis semen di Indonesia. Seperti membongkar masalah dugaan predatory pricing yang sangat berdampak terhadap persaingan harga. Dan berdampak pada keberlangsungan perusahaan. Berhasil menolak berdirinya pabrik semen baru atau moratorium.

“Apalagi sedang kondisi over suplay. Alhamdulillah harapan kita untuk ke­seimbangan semen nasional bisa dilakukan karena adanya moratorium. Pak Andre juga memperhatikan kesejahteraan ka­rya­wan dan pensiunan. Seperti yang tertahan di Bumiputra. Agar bisa diselesaikan dengan PT SI. Diharapkan dalam waktu dekat tuntas,” katanya.

Dirut juga menjelaskan, Andre Rosiade berperan mendorong di DPR untuk penerapan Pabrik Inda­rung 1 sebagai cagar budaya nasional. “Alhamdulillah sudah ditetapkan pemerintah. Pak Andre juga orang yang sangat aktif bantu Semen Padang FC. Dukungan penuh ke tim baik pencarian sponsor tambahan dan juga bonus tuk memotivasi pemain. Terima kasih mudah-mudahan dapat terus bantu dan dorong PTSP bisa lebih maju ke depan,” katanya.

Direktur SDM dan Umum SI Agung Wiharto mengucapkan terima kasih atas dukungan Andre Rosiade kepada usaha semen di Indonesia termasuk di SI. “Kita sadar ada tantangan berat pasar semen ke de­pan. Insya Allah dengan kerja sama kita semua bisa dilalui dengan baik,” katanya. (*)