BUKITTINGGI, METRO— Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi segera meluncurkan program angkutan sekolah gratis bagi pelajar SMP. Program yang menjadi bagian dari unggulan Pendidikan Gemilang tersebut memasuki tahap akhir persiapan setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemko Bukittinggi dan Organda di Kantor Dinas Perhubungan, Kamis (1/10).
Kepala Dinas Perhubungan Bukittinggi, Elza Aulia, mengatakan program ini telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan, pendataan siswa, sosialisasi hingga verifikasi kendaraan angkutan umum.
“Kita sudah melalui berbagai tahapan. Mulai dari perencanaan, kemudian tahapan pelaksanaan, pendataan siswa, sosialisasi awal, pendataan dan verifikasi angkutan hingga nanti pelaksanaannya,” ungkap Elza.
Dalam pelaksanaannya, pelajar yang terdaftar akan memperoleh dua karcis setiap hari untuk perjalanan pergi dan pulang sekolah. Karcis tersebut disalurkan melalui pihak sekolah.
Elza menyebutkan, sebanyak 874 pelajar SMP telah terdata melalui Google Form. Sementara itu, dari 478 unit angkutan umum di Bukittinggi, baru 53 kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melayani program tersebut.
Karcis dapat digunakan untuk perjalanan menuju sekolah pada pukul 06.30–07.30 WIB. Untuk perjalanan pulang, layanan berlaku mulai pukul 12.00 hingga 18.30 WIB.
Asisten II Setdako Bukittinggi, Dedi Syafrizal, menjelaskan bahwa pemeriksaan kendaraan dilakukan bersama koperasi angkutan umum. Pemeriksaan mencakup kondisi kendaraan, pajak, uji KIR serta kelengkapan administrasi pengemudi.
“Dari 478 unit angkutan umum yang ada di Bukittinggi ini, baru ada 53 yang memenuhi syarat, terdiri dari 47 dari Ikabe, 5 Mersi dan 1 Kopaja,” jelas Dedi.
Ia menambahkan, jumlah kendaraan yang dapat melayani program angkutan sekolah gratis masih berpotensi bertambah apabila armada lainnya telah melengkapi persyaratan.
Dari total 874 pelajar yang terdaftar, sebanyak 206 siswa berasal dari SMP 1, 75 siswa SMP 2, 19 siswa SMP 3, 176 siswa SMP 4, 23 siswa SMP 5, 26 siswa SMP 6, 279 siswa SMP 7, dan 40 siswa SMP 8.
Program ini diharapkan dapat membantu kebutuhan transportasi pelajar sekaligus mendukung akses pendidikan di Kota Bukittinggi. (pry)






