PADANG, METRO— Semangat kompetisi dan kebersamaan mewarnai Open Tournament Domino Orado yang digelar Kodim 0312 Padang bersama Pengcab ORADO Kota Padang di Youth Center, Minggu (27/9). Sebanyak 64 tim ambil bagian dalam turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 TNI tersebut.
Turnamen memperebutkan Piala Panglima TNI itu berlangsung meriah. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan interaksi masyarakat melalui olahraga domino yang kini telah dinaungi organisasi olahraga.
Pasangan Budi Kartono dan Alhidayah berhasil keluar sebagai juara pertama. Keduanya berhak membawa pulang medali emas serta uang pembinaan Rp5 juta.
Posisi kedua ditempati pasangan Iswandi–Maizal yang meraih medali perak dan uang pembinaan Rp2,5 juta. Sementara itu, pasangan Tri–Rozi berada di peringkat ketiga dengan uang pembinaan Rp1 juta.
Adapun peringkat keempat diraih pasangan Eagar–Yohanes yang memperoleh uang pembinaan Rp500 ribu.
Komandan Kodim 0312 Padang, Letkol Inf. Faiq Fahmi, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Open Tournament Domino ORADO di Kota Padang merupakan bagian dari arahan PB ORADO dan Panglima TNI agar turnamen dilaksanakan secara serentak di 101 titik di Indonesia.
“Pelaksanaan di Kota Padang merupakan bagian dari arahan PB ORADO dan Panglima TNI agar Open Tournament Domino ORADO dilaksanakan di 101 titik secara serentak di Indonesia,” ujar Faiq Fahmi.
Ia menyebut antusiasme peserta menjadi bagian penting dari semangat penyelenggaraan kegiatan. Turnamen tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa olahraga domino memiliki ruang interaksi sosial yang cukup kuat,” katanya.
Faiq menjelaskan, kompetisi di Kota Padang tidak berhenti pada tahapan lokal. Para pemenang nantinya akan berhadapan dengan pemenang dari kota lainnya dalam tahapan kompetisi untuk memperebutkan Piala Panglima TNI.
Dorong Pemain Domino Naik Kelas
Sementara itu, Ketua Pengcab ORADO Kota Padang, Fautiaz Fauzi, mengatakan turnamen tersebut menjadi debut perdananya setelah menerima mandat sebagai Ketua Pengcab ORADO Kota Padang.
Menurutnya, gagasan mengembangkan domino sebagai olahraga berangkat dari realitas bahwa permainan tersebut telah lama dikenal dan dimainkan masyarakat.
“Kini sudah ada organisasinya dan diakui sebagai salah satu cabang olahraga, maka saatnya kita menjadikan pemain-pemain domino naik kelas menjadi atlet,” kata Fautiaz.
Ia menilai penyelenggaraan turnamen menjadi momentum untuk menunjukkan keseriusan Pengcab ORADO dalam membangun olahraga domino di Kota Padang.
Antusiasme peserta, menurutnya, menjadi catatan penting dalam pelaksanaan turnamen perdana tersebut. Banyaknya peserta menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap kompetisi domino yang digelar secara terorganisasi.
“Ketika ada peluang dan kepercayaan mengadakan turnamen, tentu kita selenggarakan sebaik mungkin. Kita buktikan keseriusan kita mengemban amanah mengembangkan olahraga domino di Kota Padang. Alhamdulillah banyak peminatnya,” tuturnya. (ped)






