PADANG, METRO— Keresahan warga Kota Padang mencuat setelah beredar keluhan mengenai bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga bercampur material asing dan dikaitkan dengan kerusakan sejumlah kendaraan. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah kendaraan mengalami gangguan, termasuk pada sistem bahan bakar.
Informasi mengenai dugaan BBM bermasalah itu juga beredar melalui media sosial. Sejumlah pemilik kendaraan memperlihatkan kondisi BBM yang disebut memiliki material atau endapan menyerupai semen. Namun, hingga kini penyebab kerusakan kendaraan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan kualitas BBM.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebelumnya telah menindaklanjuti informasi masyarakat dengan mengambil sampel Pertalite dari enam SPBU di Sumatera Barat, masing-masing tiga SPBU di Kota Padang dan tiga SPBU di Kabupaten Agam. Sampel tersebut diperiksa oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Lemigas.
Hasil pemeriksaan awal yang disampaikan Pertamina menunjukkan sampel yang diperiksa tidak mengandung air dan nilai densitasnya masih berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan. Kendati demikian, pemeriksaan lanjutan masih berlangsung untuk memastikan kondisi BBM di titik-titik penyaluran.
Di tengah proses pemeriksaan tersebut, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta persoalan ini dikawal hingga penyebab sebenarnya diketahui. Ia menyayangkan apabila masyarakat harus menanggung kerugian akibat persoalan yang belum jelas tersebut.
“Tentu pertama kita sayangkan ini terjadi, yang dirugikan itu jelas masyarakat,” ujar Muharlion saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian perlu mendapat perhatian bersama agar fakta di lapangan dapat diketahui secara terang. DPRD, kata dia, juga akan melihat hasil pemeriksaan dari pihak-pihak terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kasus ini kan sudah bergulir dan ditangani kepolisian, tentu sama-sama kita kawal dan lihat hasilnya nanti seperti apa,” katanya.
Muharlion juga menegaskan, apabila nantinya ditemukan pelanggaran, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diberikan sanksi. Ia meminta Pertamina melakukan tindakan sesuai hasil pemeriksaan, baik apabila pelanggaran ditemukan pada internal perusahaan maupun pada pengelola SPBU.
“Tentu Pertamina harus memberikan sanksi, apakah dari Pertamina sendiri atau SPBU-nya. Kalau memang terbukti, wajib ada sanksi tegas,” tegasnya.
Terkait hasil pemeriksaan awal Pertamina yang belum menemukan kandungan air maupun penyimpangan spesifikasi pada sampel yang diuji, Muharlion menyerahkan sepenuhnya kepada proses pemeriksaan dan penyelidikan lintas pihak.
Untuk memastikan persoalan tersebut mendapat penjelasan resmi, DPRD Kota Padang juga berencana berkoordinasi dengan Komisi II untuk memanggil pihak Pertamina.
“Nanti kita koordinasikan dengan Komisi II untuk memanggil pihak Pertamina guna klarifikasi resmi,” ungkapnya.
Pertamina Lakukan Pengujian di 6 SPBU Sumbar
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan pengecekan dan pengujian kualitas Pertalite di sejumlah SPBU di Sumatera Barat menyusul informasi masyarakat mengenai dugaan BBM bercampur zat lain. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi produk di lapangan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, berdasarkan sampling dan pengujian awal yang dilakukan di SPBU, sampel Pertalite dinyatakan sesuai dengan spesifikasi. Pengujian tersebut antara lain mencakup density dan pemeriksaan kandungan air, yang dalam hasil awal tidak ditemukan pada sampel.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pengecekan terhadap penerimaan BBM jenis Pertalite serta hasil pengujian laboratorium terbaru.
Pertamina memastikan setiap produk BBM yang dipasarkan telah melalui proses pengujian kualitas sebelum disalurkan kepada masyarakat. Untuk melengkapi pemeriksaan, Pertamina mengambil sampel Pertalite dari sejumlah titik SPBU untuk dilakukan pengujian laboratorium.
“Pengujian dilakukan oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Laboratorium Lemigas Jakarta, lembaga pengujian bahan bakar di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (28/9).
Saat ini, katanya, pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut dilakukan di enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam.
“Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas produk pada titik-titik penyaluran sekaligus memperoleh gambaran kondisi produk secara menyeluruh,” jelasnya.
Dalam proses tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses pengecekan dan penanganan informasi di lapangan berjalan dengan baik.
Pertamina Patra Niaga juga menghargai setiap informasi dan masukan yang disampaikan masyarakat. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap dan perkembangan hasilnya disampaikan sesuai dengan hasil pengujian di lapangan.
“Pertamina membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung melalui Pertamina Contact Center 135 yang dapat diakses melalui telepon, WhatsApp, email, dan kanal komunikasi lainnya,” ujarnya.
Selain itu katanya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga menyiagakan seluruh SPBU di wilayah Sumatera Barat untuk menerima pengaduan masyarakat terkait kejadian tersebut.
“Konsumen yang mengalami kendala dapat menyampaikan laporan secara langsung ke SPBU tempat terakhir melakukan pengisian BBM untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” sarannya.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kualitas BBM mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran kepada masyarakat. “Perusahaan juga memastikan setiap informasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tuturnya. (*)






