SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Soroti Penyebab Utama Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Bupati: Bukan Sekadar Indikator, tapi Nyawa Manusia

×

Soroti Penyebab Utama Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Bupati: Bukan Sekadar Indikator, tapi Nyawa Manusia

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir memberikan sambutan dalam pertemuan bersama jajaran rumah sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Sijunjung, membahas dan evaluasi pencegahan dan penanganan utama dalam kasus kematian ibu dan anak.

SIJUNJUNG, METRO— Pemkab Sijunjung me­nyoroti penyebab utama kematian ibu dan anak pada pertemuan bersama jajaran rumah sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Sijunjung. Persoalan tersebut dibahas dalam evaluasi pencegahan dan penanganan utama dalam kasus kematian ibu dan a­nak. Bupati Sijunjung Dr. Benny Dwifa Yuswir menegaskan bahwa upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian indikator kinerja pemerintah daerah.

“Persoalan ini menyangkut keselamatan ma­syarakat dan membutuhkan keseriusan seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit hingga pemerintah kecamatan, nagari dan masyarakat,” tegas Bupati Sijunjung. Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi terhadap pelayanan kesehatan ibu dan bayi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala, memperkuat sis­tem rujukan, serta merumuskan langkah strategis untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sijunjung.

“Kematian ibu dan bayi ini bukan sekadar ang­ka atau indikator da­lam menilai derajat kesehatan, tetapi menyangkut nyawa masyarakat yang sebetulnya bisa dicegah dan diminimalisir melalui ko­laborasi lintas sektor,” tutur Benny Dwifa.

Baca Juga  Pasar Pabukoan Tidak Difasilitasi

Di sisi lain, setiap kasus kematian ibu maupun bayi juga berdampak terhadap indikator pemba­ngunan daerah, termasuk angka harapan hidup (A­HH) yang menjadi salah satu komponen dalam Indeks Pembangunan Ma­nusia (IPM). Persoalan itu dibahas Bupati Sijunjung bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oscar Hidayat, perwakilan Kemenag Sijunjung, Hendra Yoni, Kepala OPD terkait, Camat, Walinagari.

Dikatakan Bupati, pentingnya memastikan mekanisme rujukan pasien berjalan sesuai kebutuhan medis dan kepentingan masyarakat. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan mengutamakan pelayanan yang profesional serta mengoptimalkan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Bupati Benny Dwifa juga menyinggung masih adanya pengaduan ma­syarakat terkait dugaan oknum tenaga kesehatan, termasuk bidan desa, yang mengarahkan pa­sien ke fasilitas kesehatan swasta tertentu. Termasuk terkait pelayanan pe­tugas kesehatan.

Bupati juga meminta Camat, Wali Nagari, Kepala Puskesmas dan Bidan Desa memperkuat koordinasi dalam mendeteksi faktor risiko kehamilan serta memastikan ibu dan bayi memperoleh penanganan yang cepat dan tepat. “Mari kita berikan pelayanan terbaik untuk ma­syarakat Sijunjung. Kita berdoa tidak ada lagi ibu dan anak yang meninggal dunia saat melahirkan karena proses pelayanan kesehatan kita yang tidak baik,” tegasnyam

Baca Juga  Respon Laporan Masyarakat, Aktivitas Tambang Batu Bara CV Tahiti Coal Dipantau Komisi IV

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Ma­syarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Rinny P Yuswir, menyampaikan kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator penting dalam me­nilai keberhasilan pembangunan kesehatan dan kualitas pelayanan. Karena itu, diperlukan deteksi dini faktor risiko, penanganan komplikasi secara cepat dan tepat, serta sistem rujukan yang efektif dan berkesinambungan antara masyarakat, Puskesmas dan rumah sakit. Pertemuan tersebut juga men­jadi wadah untuk me­nyamakan pemahaman mengenai kondisi kematian ibu dan bayi di Sijunjung serta menyusun langkah tindak lanjut dan intervensi yang diperlukan.  (ndo)