SOLOK, METRO— Pemulihan warga terdampak banjir bandang di Kayu Aro, Kabupaten Solok, tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Polda Sumbar juga memberikan pendampingan psikologis kepada para pengungsi melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan Biro SDM Polda Sumbar, Jumat (25/9).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tim Trauma Healing Bag Psi Biro SDM Polda Sumbar dipimpin Kompol Sosmedya, bersama Penda TK I Andi Benbela, Penda TK I Yulifitridan Bripda M Ryan Prawitama.
Dalam pendampingan tersebut, tim memberikan motivasi dan penguatan kepada para pengungsi agar tetap kuat menghadapi musibah yang telah terjadi. Pendekatan psikologis dilakukan untuk membantu warga melewati masa pemulihan dengan lebih tenang setelah mengalami dampak bencana.
Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M Ridha mengatakan, trauma healing menjadi bagian dari perhatian Polri terhadap kondisi masyarakat pascabencana, khususnya dalam membantu warga menghadapi tekanan psikologis setelah mengalami musibah.
“Dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan secara menyeluruh. Kehadiran personel psikologi di tengah pengungsi diharapkan dapat memberikan penguatan, motivasi dan rasa aman, sehingga mereka memiliki semangat untuk bangkit dan menjalani proses pemulihan,” ujarnya.
Selain pendampingan psikologis, tim juga menyerahkan sarana kontak berupa selimut dan handuk kepada para pengungsi. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih bertahan di tempat pengungsian.
Kombes Pol Anissullah menambahkan, pendampingan psikologis akan terus diarahkan pada kebutuhan warga, terutama mereka yang masih berada di tempat pengungsian dan membutuhkan dukungan untuk menghadapi kondisi pascabencana.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak tidak hanya mendapatkan bantuan secara fisik, tetapi juga mendapat ruang untuk didengar dan dikuatkan. Pendampingan seperti ini penting agar warga dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam mendukung masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
“Polri hadir tidak hanya dalam penanganan saat bencana, tetapi juga mendampingi masyarakat setelahnya. Kami berharap dukungan psikologis dan bantuan yang diberikan dapat membantu para pengungsi melewati masa sulit serta memberikan rasa tenang dan semangat untuk kembali bangkit,” katanya.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumbar untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapat perhatian selama proses pemulihan. Kehadiran personel di tengah pengungsi diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus membantu warga membangun kembali semangat untuk bangkit setelah menghadapi musibah. (rgr)






