BERITA UTAMA

Tinjau Lokasi Bencana Galodo Arosuka, Wapres Gibran Instruksikan Percepatan Pemulihan Akses Jalan, Lahan Pertanian dan Rumah Warga

×

Tinjau Lokasi Bencana Galodo Arosuka, Wapres Gibran Instruksikan Percepatan Pemulihan Akses Jalan, Lahan Pertanian dan Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
BENCANA- Wakil Presiden RI Gibran meninjau lokasi bencana galodo di Arosuka, Kabupaten Solok.

SOLOK, METRO— Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok Sumatera Barat, Jumat (25/9).

Gibran Rakabuming tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB, bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Wakil Presiden dengan sepatu botnya langsung turun ke lokasi bencana untuk melihat langsung dampak bencana sekaligus memastikan langkah pe­mulihan dan perbaikan dapat segera dilakukan.

Pada kesempatan ini, Wapres Gibran meminta pemulihan akses utama dan infrastruktur terdampak dilakukan secepat mungkin untuk memastikan mobilitas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masya­rakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatam masyarakat harus menjadi prioritas,” ungkapnya.

Ketika meninjau Jembatan Arosuka yang menjadi akses penghubung Kota Padang dan Kabupa­ten Solok, Wapres menginstrusikan agar kebutuhan sarana dan prasarana jembatan, termasuk ruas jalan di sekitarnya yang terdampak banjir, segera ditangani.

Perhatian Wapres kemudian berlanjut pada fasilitas penyelenggaraan pemerintahan. Ketika me­ngunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang turut terdampak, Wapres meminta dilakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Baca Juga  LSI Denny JA: Pemilih Milenial Solid Dukung Prabowo

Kunjungan Gibran ke kawasan terdampak ini juga menjadi perhatian ma­syarakat dan petugas yang berada di lokasi. Se­jumlah personel Paspampres tampak melakukan pengamanan di sepanjang pergerakan rombongan. Setelah meninjau sejumlah titik terdampak, Gibran selanjutnya mengunjungi posko penanganan bencana.

Di posko bencana, Gibran mendengarkan langsung paparan dari Bupati Solok Jon Firman Pandu terkait kondisi terkini pascabanjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka.

Pemaparan Pandu antara lain mengenai dampak bencana serta kondisi kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok saat diterjang banjir bandang. Selain itu, Gibran juga memberikan arahan kepada Forkimpimda Sumbar untuk percepatan penanganan bencana Kabupaten Solok.

Usai pertemuan di posko bencana, Wapres Gibran mengatakan, dampak bencana terhadap sektor pangan menjadi perhatian agar aktivitas produksi pertanian di Kabupaten Solok dapat tetap berjalan. Ia juga meminta pemerintah memperhatikan masya­rakat terdampak yang memiliki kewajiban pembiayaan di perbankan.

Selain itu, Gibran juga menyoroti kerusakan sejumlah kantor pemerintahan. Ia menegaskan kon­disi tersebut tidak boleh membuat pelayanan kepada masyarakat terhenti. Khusus layanan administrasi kependudukan, ia meminta pemerintah memastikan pelayanan tetap berjalan.

Baca Juga  Kinerja APBN 2025, Pendapatan Pajak Januari-Februari Anjlok

“Dokumen kependudukan maupun dokumen penting lainnya yang hilang atau rusak akibat bencana juga diminta segera didata untuk kemudian diperbarui. Pelayanan publik harus tetap bisa berjalan,,” tegasnya.

Sementara itu,dalam pemenuhan kebutuhan dasar, Gibran meminta pemerintah memastikan bantuan terus tersedia sesuai kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan agar distribusi bantuan tidak menumpuk di satu titik ketika kebutuhan di lokasi lain belum terpenuhi.

“Jangan sampai bantuan ditumpuk. Kalau habis, segera restok lagi. Saya juga meminta pasokan air bersih dipastikan, termasuk bagi kelompok ma­syarakat yang membutuhkan perhatian lebih seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia,” ujar dia.

Untuk warga yang rumahnya terdampak, Gibran menyampaikan bantuan pemerintah akan mulai dicairkan pada Senin mendatang. Bahkan, jika diperlukan pembangunan hunian sementara atau huntara, ia meminta lokasi pembangunannya mempertimbangkan aktivitas kehidupan warga sebelum bencana.

“Lokasi huntara, tidak semestinya terlalu jauh dari tempat tinggal maupun lokasi warga bekerja. Yang paling penting, lokasinya harus aman. Saya meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana bekerja secara kompak.  Percepatan penanganan harus segera diselesaikan,” pungkasnya.(*)