METRO BISNIS

Berhasil Kendalikan Harga Komoditas Penyumbang Inflasi, Tanahdatar Raih TPID Award Enam Kali Berturut-turut

×

Berhasil Kendalikan Harga Komoditas Penyumbang Inflasi, Tanahdatar Raih TPID Award Enam Kali Berturut-turut

Sebarkan artikel ini
TPID AWARD—Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat (Sumbar), Mohammad Abdul Majid Ikram bersama Bupati Tanahdatar, Eka Putra saat menerima TPID Award.

PADANG, METRO— Setelah berhasil meraih TPID Award selama lima tahun berturut-turut, Kabupaten Ta­nahdatar pada tahun 2026 kem­bali meraih TPID Award wi­layah Sumatra untuk kategori Kota/Kabupaten Berpres­tasi (Kota/Kabupaten bukan perhitungan IHK).

Penghargaan ini menunjukkan kuatnya komitmen, konsistensi, dan inovasi Kabupaten Tanah Datar dalam upaya menjaga stabilitas harga. Penghargaan diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dan diterima oleh Bupati Tanahdatar, Eka Putra, di Jakarta International Convention Centre (JICC), Kamis (24/9).

Pemberian penghargaan disampaikan dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Ke­uangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 serta Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD 2026.

Atas keberhasilan Tanahdatar tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat (Sumbar), Mohammad Abdul Majid Ikram menyatakan apresiasi setinggi-tingginya. Ia pun berharap agar Kabupaten Ta­nahdatar dapat terus konsisten menjaga stabilitas harga sekaligus terus berinovasi dalam rangka menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga  Supra GTR 150 Tawarkan Harga Spesial di Bulan Suci Ramadan

“Sejalan dengan itu, keberhasilan Kabupaten Tanahdatar tersebut diharapkan dapat menjadi pemacu wilayah lain di Sumbar untuk mengikuti proses yang telah dilakukan di Kabupaten Tanahdatar, me­replikasi sesuai karakteristik daerah, serta terus melakukan penyempurnaan guna mencapai hasil yang lebih optimal,” ungkap Abdul Majid.

Sebagai informasi, Kabupaten Tanahdatar berhasil memperoleh TPID Award sejak tahun 2021. Keberhasilan ini tidak terlepas dari fokus utama pengendalian harga pada komoditas-komoditas utama pe­nyumbang inflasi yaitu cabai merah, bawang merah, serta beras.

Konsistensi TPID Kabupaten Tanahdatar dalam menjaga stabilitas harga tercermin dari keberlanjutan inovasi pengendalian inflasi yang terus ber­kembang dan saling melengkapi. Upaya tersebut diawali melalui BANG CERAH (Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai Merah), yang kemudian diperkuat melalui PEDULI BABE (Pengembangan dan Pengendalian Bawang Merah dan Ca­bai Merah) serta KASIH SIDINDA (Kolaborasi Pengenda­lian Inflasi melalui Sistem Informasi Data).

Baca Juga  Tarif Baru Ojol sudah Berlaku di 133 Kota, Menhub harap Pengemudi dapat Asuransi

Selanjutnya, penguatan intervensi dilanjutkan melalui INTAN PENGASIH (Insentif Petani untuk Pengendalian Inflasi Daerah) dan KASIH serta SALAM TANGGUH (Kolaborasi Pengendalian Inflasi dan Penanganan Pascabencana Alam untuk Tanah Datar Tangguh). Berbagai inovasi tersebut kemudian dikonsolidasikan melalui SAPU TANGAN KASIH (Kolaborasi Pelaksanaan Program Unggulan Ketahanan Pangan untuk Pengendalian Inflasi Daerah), yang memperkuat sinergi lintas pemang­ku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga secara berkelanjutan.

Berkaitan dengan upaya pengendalian inflasi dan stabi­litas harga, Bank Indonesia akan senantiasa mendukung segala upaya dari daerah untuk mendorong produktivitas pangan, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan komitmen para pihak dalam rangka menjaga daya beli. Dukungan Bank Indonesia dilakukan melalui sinergi TPID dan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dalam kerangka 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. (rel)