PEKANBARU – PT PLN (Persero) terus mendorong percepatan penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui peninjauan lapangan sebagai bagian dari tahapan Penjelasan Pengadaan.
Kegiatan ini melibatkan Tim PLN Pusat Divisi Pengadaan, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng), dan PLN E. Peninjauan dilakukan pada 2–7 September 2026 di sejumlah lokasi pekerjaan di wilayah Riau.
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV PHR-1/Balam, GI 150 kV Switching Balam, GI 150 kV PHR-2/Petapahan, serta pekerjaan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PHR-2/Petapahan–Bangkinang. Tim juga mengunjungi sejumlah titik tower untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan dan kebutuhan teknis pekerjaan.
Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan lapangan dan menyelaraskan pemahaman seluruh pihak terhadap ruang lingkup pekerjaan. Melalui pengamatan langsung dan penjelasan teknis, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran proses pengadaan dan pelaksanaan proyek.
General Manager PLN UIP Sumbagteng, Achmadi Abbas, saat ditemui di tempat terpisah, menyampaikan bahwa peninjauan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan pelaksanaan proyek.
“Peninjauan lapangan ini merupakan bagian penting untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Proyek KTT PHR. Melalui koordinasi dan penyelarasan pemahaman terhadap ruang lingkup pekerjaan, kami berharap proses pengadaan dapat berjalan efektif sehingga pelaksanaan proyek dapat terus didorong sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Abbas.
Ia menambahkan, sinergi antara PLN Pusat, PLN UIP Sumbagteng, dan PLN E menjadi bagian penting dalam mengawal setiap tahapan proyek.
“Dengan kolaborasi yang solid dan persiapan yang matang, kami berharap setiap tahapan dapat berjalan lebih terarah. PLN UIP Sumbagteng berkomitmen mendukung percepatan penyambungan KTT PHR, dengan target kontrak pengadaan terealisasi pada Desember 2026,” tambahnya.
Melalui koordinasi dan sinergi antarunit, PLN terus mengawal kesiapan proyek agar setiap tahapan dapat berjalan secara efektif dan terarah. PLN menargetkan kontrak pengadaan Proyek KTT PHR dapat terealisasi pada Desember 2026.(*)






