METRO SUMBAR

Lestarikan Budaya Minangkabau, UPTD Meseum Adityawarman Gelar Loma Qasidah 

×

Lestarikan Budaya Minangkabau, UPTD Meseum Adityawarman Gelar Loma Qasidah 

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN HADIAH—Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Irwan Zuldani, saat menyerahkan piala dan penghargaan kepada pemenang.

PADANG, METRO–UPTD  Museum Aditya­warman Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Gelar menggelar perlombaan Qasidah, festival ini juga menghadirkan Lomba Baju Basiba dan Lomba Tari Tradisional. Dasar Program kegiatan ini merupakan realisasi dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) H. Irwan Zuldani untuk pelestarian budaya Minangkabau.

Dengan Bintang Tamu dari Kemeriahan acara penutupan didukung oleh penampilan atraktif dari grup musik Darak Badarak dan artis Minang Upik Isil Fauzana.telah terlaksana pada 1–2 Agustus 2026 di Kawasan Lapangan Apeksi, Aia Pacah, Balai Kota Padang.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Irwan Zuldani, mengatakan lomba Qasidah sebagai salah satu agenda utama dalam perhelatan Festival Seni Budaya Sumatera Barat 2026. Acara berskala besar ini telah sukses dilaksanakan.

Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Padang Fadly Amran, yang sudah menyediakan menfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan. “Khusus kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah ikut meramaikan acara dan tahun depan bisa dilaksanakan,kami berharapkan acara ini perlu dilaksanakan dengan berbagai lomba dan hiburan yang semakin meriah dan kita anggaran kembali,” ujar Irwan Zuldani.

Selain itu kata Irwan Zuldani, di samping itu juga ada dukungan UMKM 30 tenda umkm di tambahan umkm yang sudah lama berjualan di kawasan tentu ini adalah berkat kita bersama sama untuk memaju UMKM kita. Alhamdulillah semoga apa yang kita laksanakan dapat berkah dari Allah SWT.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Lepas Jalan Sehat Harhubnas 2023, Saatnya Berbenah Wujudkan Transportasi Berkualitas dan Nyaman

Kepala UPTD Museum Adityawarman,  Dr. Tuti Alawiyah, S.E., S.Pd.I., MA, Lomba Rebana, Qasidah yang dikuti sebanyak 26 rabana dan 15 sangar, alhamdulillah acara lancar sukses dan lamcar. Dengan kegiatan ini tentu dalam rangka upaya pelestarian adat budaya tradisi baik bidang seni,kalau baju basibah berupa pakaian dan Qasidah tentu seni yang religus sesuai dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sudah mulai jarang ditemukan, salah satu cara kita mentra­disikan dari lomba lamba ini.

Gubernur Sumatera Barat MAHYELDI

Diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, SP, MM Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Museum Adityawarman, para seniman, budayawan, akademisi, dewan juri, seluruh panitia penyelenggara, peserta lomba, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Penyelenggaraan lomba Qasidah Rebana bukan sekadar ajang kompetisi seni Islami, tetapi juga merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat syiar Islam, membangun karakter masyarakat, serta melestarikan seni budaya bernapaskan nilai-nilai keagamaan yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Minangkabau,” ujar Syaiful Bahri .

Lomba Qasidah ini me­ngusung tema “Lestari Berprestasi dalam Kreasi.” Tema ini mengandung makna yang sangat relevan dengan semangat pem­bangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat.  Melalui tema tersebut, kita diajak untuk terus melestarikan seni qasidah rebana sebagai bagian dari warisan budaya dan syiar Islam, sekaligus mendorong lahirnya prestasi melalui kreativitas, inovasi, dan pembinaan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Peringati Hari Bhayangkara ke-74, Polda Sumbar Gelar Donor Darah

Dengan demikian, seni qasidah tidak hanya tetap hidup di tengah masya­rakat, tetapi juga mampu berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai religius yang menjadi ruhnya. Pe­nguatan nilai ABS-SBK tidak cukup diwujudkan melalui regulasi semata, tetapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Karena sesungguhnya kebudayaan akan tetap hidup apabila diwa­riskan, dipraktikkan, dan dicintai oleh seluruh ma­syarakatnya. Lomba baju Basiba dan Tari Minang Kreasi ini mengusung Tema: Lestari Berprestasi dalam Kreasi.” Tema tersebut mencerminkan semangat untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau sekaligus mendorong lahirnya kreativitas dan prestasi generasi muda yang tetap berakar pada identitas budaya da­erah.

“Kami berharap, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya Minang­kabau, memperkuat jati diri masyarakat Sumatera Ba­rat, serta menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk terus melestarikan warisan budaya bagi generasi yang akan datang,” tandasnya. (ped)