LIMAPULUH KOTA, METRO –Angin kencang disertai hujan dengan intensitas ringan, membuat dua pohon tumbang di Kecamatan Harau dan Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (10/6). Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya satu rumah warga mengalami kerusakan dengan kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta.
Kepala Pelaksana Badan Prnanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim mengatakan tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) bersama masyarakat bergerak cepat melakukan evakuasi di kedua lokasi sehingga akses masyarakat dapat kembali normal.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Jorong Lubuak Limpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau. Pohon yang sudah dalam kondisi lapuk tumbang akibat diterpa angin kencang dan hujan ringan hingga menutup akses jalan menuju objek wisata Sarasah Bunta.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung berkoordinasi dengan pemerintah nagari, melakukan pengecekan ke lokasi, kemudian mengevakuasi dan membersihkan material pohon yang menghalangi badan jalan,” ujar Zaimar.
BPBD menurunkan satu unit mobil operasional, satu unit sepeda motor trail, serta satu unit mesin chainsaw. Proses evakuasi melibatkan personel Pusdalops Regu II bersama masyarakat setempat hingga seluruh material pohon berhasil disingkirkan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Saat ini akses jalan menuju kawasan wisata Sarasah Bunta telah kembali dapat dilalui masyarakat.
Sementara itu, kejadian kedua berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di Jorong Koto Malintang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah milik Zuherman. Akibat kejadian itu, bagian atap rumah mengalami kerusakan. BPBD mencatat kerusakan berupa sekitar setengah kodi atap seng, empat batang kayu ukuran 4×6, dan satu batang kayu ukuran 5×10 dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp3 juta. Tim BPBD telah berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari Batu Payuang sebelum melakukan asesmen, evakuasi, dan pembersihan material pohon dari rumah warga.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil operasional dan dua unit chainsaw. Selain personel Pusdalops Regu II, proses evakuasi juga diperkuat personel Regu III serta dibantu masyarakat setempat. Seluruh material pohon telah berhasil dievakuasi sehingga kondisi di lokasi kini dinyatakan aman.
Zaimar Hakim mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Warga yang memiliki pohon berukuran besar dan berpotensi membahayakan permukiman maupun pengguna jalan diminta segera melakukan pemangkasan untuk meminimalkan risiko bencana.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan bencana agar selalu waspada, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang. Pohon-pohon yang sudah tua atau berpotensi tumbang sebaiknya dipangkas demi keselamatan bersama,” ajaknya. (uus)






