METRO PADANG

Unand dan HK Resmikan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah Pertama di Indonesia

×

Unand dan HK Resmikan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
PUSAT STUDI TEROWONGAN— Unand bersama PT Hutama Karya (Persero) meresmikan pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB), pusat studi terowongan pertama di Indonesia, dalam rangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan bisnis.

PADANG, METROUniversitas Andalas (Unand) bersama PT Hutama Karya (Persero) meresmikan pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB), pusat studi terowongan pertama di Indonesia, dalam rangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan bisnis. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (5/6) di Convention Hall Unand.

Kehadiran PUSTROIB menjadi tonggak penting dalam pengembangan riset, pendidikan, dan inovasi teknologi terowongan di Indonesia. Pusat studi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi an­tara akademisi, pemerintah, dan industri dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur bawah tanah yang semakin berkembang, termasuk mendukung rencana pembangunan terowongan pada ruas Tol Padang–Sicincin–Bukittinggi yang diproyeksikan memiliki panjang sekitar 5,8 kilometer.

Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa pendirian PUSTROIB merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

“Program pembangu­nan Unand tidak boleh terpisah dari pembangunan Sumatera Barat. Kehadiran PUSTROIB menjadi salah satu langkah strategis Unand untuk berkontribusi melalui pendidikan, riset, dan inovasi dalam mendukung berbagai agenda pembangunan di Sumatera Barat, termasuk pengembangan infrastruktur masa depan,” ujar Rektor.

Baca Juga  Semen Padang Salurkan 29 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Lingkungan

Komisaris Utama PT Hutama Karya, Denny Abdi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa tantangan pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek konstruksi dan pembebasan lahan, tetapi juga membutuhkan penguasaan tek­nologi serta sumber daya manusia yang kompeten.

“Pembangunan infrastruktur ke depan membutuhkan dukungan kapasitas teknologi dan SDM yang semakin kuat. Karena itu, kami memandang penting menghadirkan Pusat Studi Terowongan sebagai pusat pengembangan keilmuan dan inovasi yang dapat mendukung kebutuhan proyek-proyek strategis nasional, termasuk pembangunan terowongan di Sumatera Barat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik pendirian PUSTROIB sebagai langkah strategis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung rencana pembangunan terowongan yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat terutama da­lam upaya peningkatan pe­rputaran ekonomi.

Baca Juga  Promosi Liga 1, Semen Padang FC Terancam Berkandang di Luar Sumbar, Andre Rosiade: “Mohon Kerja Sama dari Pemprov, Pak Gubernur...”

“Kami menyambut baik hadirnya Pusat Studi Terowongan pertama di Indonesia yang berlokasi di Universitas Andalas. Kehadiran pusat studi ini sangat tepat untuk memperkuat kajian ilmiah, pengemba­ngan teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan. Pemerintah daerah bersama para kepala daerah yang wilayahnya menjadi bagian dari rencana pembangunan terowongan siap memberikan dukungan agar cita-cita besar pembangunan ini dapat terwujud dengan baik,” tutur Mahyeldi.

Selain penandatanganan MoU, PT Hutama Karya juga menyerahkan bantuan sarana dan pra­sarana kepada Unand serta memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa. Kegiatan turut dirangkaikan dengan program HK Mengajar Inspiring Leader, sosialisasi bimbingan kesiapan kerja bersama Ruangguru, serta kuliah umum.

Melalui pendirian PUSTROIB sebagai pusat studi terowongan pertama di Indonesia, Unand semakin mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tek­nologi, dan inovasi guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan. (*)