METRO SUMBAR

Petani Menjerit Harga TBS Turun, Bupati Hendrajoni “Geruduk” Pabrik Sawit di Tapan

×

Petani Menjerit Harga TBS Turun, Bupati Hendrajoni “Geruduk” Pabrik Sawit di Tapan

Sebarkan artikel ini
SIDAK PABRIK SAWIT— Bupati Pessel Hendra Joni dan Ketua DPRD melakukan sidak ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kemilau Permata Sawit Lestari di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Senin (1/6/2026). Bupati memantau perkembangan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan dan membuat petani menjerit.

PESSEL, METROBupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama Ketua DPRD Pessel Darmansyah melakukan inspeksi lapangan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kemilau Permata Sawit Lestari di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Senin (1/6/2026).

Kunjungan Bupati Pesisir Selatan ke PKS Kemilau Permata Sawit Lestari, guna memantau perkembangan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan. Ikut turut didampingi, Wakil Ke­tua DPRD Dani Sofyan dan Hakimin, Plt Kepala Dinas Pertanian Hamdi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Hendrajoni menegaskan bahwa perusahaan pengolahan kelapa sawit harus membeli TBS petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui mekanisme yang melibatkan perusahaan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga  Realisasi IB 2018 Melebihi Target

Menurutnya, harga yang telah ditetapkan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang harus dipatuhi seluruh pihak guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khusus­nya petani sawit. Bupati menyebut anjloknya harga TBS tidak hanya terjadi di Pesisir Selatan, tetapi juga di sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut berdam­pak langsung terhadap pendapatan petani dan perputaran ekonomi masyarakat di sentra-sentra perkebunan sawit.

Karena itu, pemerintah daerah merasa perlu turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada praktik pembelian TBS yang merugikan petani maupun melanggar ketentuan yang berlaku. “Kami ingin memastikan perusahaan membeli TBS sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Ja­ngan sampai ada pihak yang dirugikan, terutama petani yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor sawit,” tegas Hendrajoni saat berdialog dengan pihak perusahaan.

Baca Juga  Ketua PA Muaro Labuah Siap Bersinergi dengan Pemkab Solsel

Ia menambahkan, kebe­radaan perusahaan sawit di daerah harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut menjaga keseimbangan eko­nomi daerah melalui penerapan tata niaga yang sehat dan berkeadilan.

Sementara itu, Plt Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan Hamdi menyampaikan ada kenaikan Rp. 30 – 50 / kg menjadi 2.380 – 3.460  untuk hari ini harga di pabrik kelapa sawit. Namun begitu, pihaknya akan menindak lanjuti hasil inspeksi yang dilakukan Bupati bersama unsur DPRD dan pihak terkait. Rapat tersebut bertujuan merumuskan langkah-langkah stra­tegis guna mendorong harga TBS kembali bergerak sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan perlindungan terhadap kepentingan petani sawit di Pesisir Selatan.(rio)