PADANG SARAI, METRO—Angin segar berembus bagi emak-emak di Kota Padang yang mulai cemas dengan lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha. Menjawab keresahan tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan resmi menggelar aksi intervensi pasar.
Kegiatan Pasar Murah ini dibuka langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Padang Sarai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, pada Rabu (20/5).
“Pasar murah ini merupakan penanganan jangka pendek. Kita apresiasi Dinas Perdagangan yang telah menghadirkan pasar murah di beberapa titik di Kota Padang. Ke depan kita akan meningkatkan intensitasnya melalui penambahan titik pasar murah,” ujar Fadly Amran di sela-sela peninjauan stan.
Ia menambahkan, kehadiran pasar murah ini diharapkan mampu meringankan beban kantong masyarakat karena komoditas penting seperti cabai, telur, minyak goreng, dan gula sengaja dijual merakyat alias di bawah harga pasar tradisional.
Langkah taktis Pemko Padang ini sengaja dibidik untuk mengendalikan laju inflasi yang kerap merangkak naik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Untuk tahun ini, pasar murah dijadwalkan menyisir 10 titik strategis.
Komitmen jangka panjang pun sudah disiapkan, di mana Pemko Padang membidik perluasan cakupan hingga 24 titik setiap tahunnya dengan menggandeng berbagai instansi terkait.
Tak hanya sekadar menggelar lapak, Wali Kota Fadly Amran juga menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk memaksimalkan fungsi pasar induk sebagai instrumen utama pengendalian harga. Strategi yang disiapkan meliputi penguatan peran BUMD, pemanfaatan teknologi cold storage (gudang pendingin), hingga pembenahan sistem pergudangan agar pasokan pangan warga Padang tetap aman dan stabil.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa pergerakan pasar murah ini dilakukan secara maraton untuk memastikan stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
“Kami telah mengadakan Pasar Murah di Kecamatan Padang Utara. Hari ini di Koto Tangah, dan besok di Kecamatan Kuranji. Kami berharap melalui Pasar Murah ini dapat membantu mengendalikan inflasi menjelang maupun setelah Hari Raya Idul Adha,” ujar Fizlan.
Ia menambahkan, demi memberikan keuntungan lebih bagi masyarakat, pihaknya juga menyediakan subsidi langsung di lokasi acara. “Kami juga menyediakan potongan harga kemitraan berupa kupon. Masing-masing kupon bernilai Rp5 ribu. Setiap pembeli mendapatkan dua kupon sehingga memperoleh potongan harga sebesar Rp10 ribu,” pungkasnya. (oza)






