METRO SUMBAR

1.300 Warga Kabupaten Solok Mundur dari Penerima Bansos

×

1.300 Warga Kabupaten Solok Mundur dari Penerima Bansos

Sebarkan artikel ini
LABELISASI RUMAH PENERIMA BANTUAN— Wakil Bupati Solok Candra berikan sambutan saat acara labelisasi rumah calon penerima bansos.

SOLOK, METRO–Sebanyak 1.300 orang keluarga di Kabupaten Solok, secara sukarela me­ngundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) karena merasa kondisi ekonomi mereka sudah membaik dan man­diri.

Wakil Bupati Solok Candra mengatakan langkah tersebut terjadi setelah pemerintah daerah menerapkan program labelisasi rumah penerima bantuan sosial guna meningkatkan transparansi data penerima bansos. “Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Sosial, bersama bapak bupati kami turun langsung ke lapangan dan melakukan labelisasi rumah penerima bantuan. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi,” kata Candra di Solok.

Melalui kebijakan itu, masyarakat dapat mengetahui secara terbuka siapa saja yang menerima bantuan pemerintah.  Peme­rintah Kabupaten Solok juga terus memperkuat komitmen agar program bantuan sosial tepat sasaran melalui pemutakhiran data yang akurat dan terverifikasi.  Upaya tersebut dibahas dalam diskusi verifikasi dan validasi data bersama Badan Pusat Sta­tistik (BPS) Kabupaten Solok yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok.

Baca Juga  Sebelum Meluncur ke Sumbar, Bandar Pesta Sabu dengan Wanitanya

Candra menegaskan sinkronisasi dan pembaruan data menjadi langkah penting agar seluruh program bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.  Menurut dia, Pem­kab Solok bersama BPS, Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta petugas lapangan terus melakukan pembenahan dan verifikasi data secara menyeluruh.  “Alhamdulillah, untuk wi­layah Sumatera Barat, Ka­bupaten Solok termasuk daerah yang cukup baik dalam melakukan update dan pemutakhiran data. Ini berkat kolaborasi kuat an­tara pemerintah daerah, BPS, Dinas Sosial, teman-teman PKH, dan petugas lapangan,” ujarnya.

Baca Juga  KAI Fasilitasi Ratusan UMKM Binaan Raih Sertifikasi Halal, BPOM, dan HKI

Ia menambahkan validasi data menjadi kunci utama dalam mendukung efektivitas program pe­ngentasan kemiskinan dan penyaluran bansos agar tidak salah sasaran.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Solok Bambang Suryanggono me­nga­presiasi sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam memperbaiki kualitas data pembangu­nan.  “Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan semakin so­lid. BPS tentu mem­butuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar semangat memperbaiki ber­bagai indikator pembangu­nan dapat terus berjalan,” kata Bambang. (vko)