METRO PESISIR

Wawako Mulyadi Ingatkan, Petugas BPJS Tidak Boleh Bedakan Pelayanan

×

Wawako Mulyadi Ingatkan, Petugas BPJS Tidak Boleh Bedakan Pelayanan

Sebarkan artikel ini
PENGUATAN KAPASITAS HAM— Wawako Pariaman Mulyadi menghadiri kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pariaman yang digelar Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat Dewi Nofyenti.

PARIAMAN, METRO–Dengan tema mewujudkan akses pelayanan kesehatan ramah HAM tanpa diskriminasi, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan, bahwa dalam  memberikan pela­yanan, tidak boleh adanya perbedaan perlakuan.

“Tidak ada bedanya pasien BPJS maupun pa­sien mandiri, tidak boleh ada petugas yang membeda-bedakan kualitas laya­nan berdasarkan status sosial atau ekonomi, membedakan pasien dari suku atau agama apa pun, yang namanya pasien semua harus dilayani dengan baik dan berhak mendapatkan layanan yang berkualitas, ramah, serta manusiawi,” ujar Mulyadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Mulyadi saat mem­berikan kata sambutan dalam acara penguatan kapasitas HAM bagi ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pariaman yang digelar oleh Kemen­terian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat Dewi Nofyenti.

Menurut Mulyadi, Te­naga kesehatan adalah ga­r­da terdepan dalam pela­yanan publik. Tugasnya tidak hanya menyembuhkan pe­nyakit secara medis, tetapi juga menyembuhkan dengan pendekatan kemanusiaan. “Kesehatan adalah hak dasar manusia yang dijamin oleh konstitusi, oleh karena itu pelaya­nan kesehatan yang kita berikan, harus berlandaskan pada prinsip Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan HAM,” jelas­nya.

Baca Juga  Lihat Roda Pemerintahan dan Pelayanan Masyartakat, Pj Bupati Kunjungi Siberut Tengah

Mulyadi menambahkan, jadikan Dinas Kesehatan Kota Pariaman baik Rumah Sakit dan seluruh Puskesmas di bawahnya sebagai institusi yang humanis dan peduli HAM dengan pelayanan yang adil, tidak hanya menyehatkan fisik masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan mereka kepada pemerintah

“Kami berharap seluruh peserta dapat me­ngi­kuti kegiatan ini dengan serius. Mari kita perkuat komitmen, tingkatkan kua­litas, dan wujudkan pela­yanan kesehatan yang se­tara untuk seluruh ma­sya­rakat Kota Pariaman, se­hingga kita dapat mewujudkan Akses Pelayanan Ke­sehatan Ramah HAM tanpa Diskriminasi di Kota Pariaman,” tegas Mulyadi.

Baca Juga  Ketua KAN Lakitan Serahkan Proposal Pembangunan Kantor ke Zarfi Deson

Sementara itu Dewi Nofyenti katakan bahwa Penguatan Kapasitas HAM ini diberikan untuk semua ASN khususnya bagi Tenaga Medis dan Kesehatan yang berada di daerah Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat termasuk juga masyarakat, komunitas dan pelaku usaha, yang bertujuan mema­syarakatkan nilai-nilai HAM agar diterapkan da­lam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan prinsip penghormatan hak asasi orang lain.

Dewi juga menerangkan bahwa HAM memiliki posisi strategis dalam visi dan misi Presiden, termasuk dalam program keta­hanan pangan, pemberian makanan bergizi gratis, dan penyelenggaraan se­kolah rakyat sebagai bagian dari Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia.

“Dengan menerapkan nilai-nilai HAM dalam melayani masyarakat dibi­dang kesehatan yang mementingkan martabat, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta saling menghargai sesama tanpa diskriminasi dan setara bagi semua,” tutupnya. (efa)