PDG. PANJANG, METRO— Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang mencatat dua korban meninggal dunia selama pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026 di daerah setempat.
“Selama Operasi Ketupat Singgalang terdapat dua kasus kecelakaan lalu lintas dengan dua orang korban meninggal dunia,” ungkap Kasatlantas Polres Padang Panjang Iptu Pifzen Finot.
Dikatakan Finot, kedua kasus kecelakaan lalulintas itu terjadi dalam kurun waktu Operasi Ketupat Singgalang yang dilaksanakan pada H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah hingga 25 Maret 2026.
“Kecelakaan lalu lintas melibatkan pejalan kaki dan keduanya meninggal dunia,” tegasnya.
Ia mengatakan kecelakaan mobil yang menabrak pejalan kaki tersebut terjadi di wilayah Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.
Nmaun jika dibandingkan operasi serupa yakni Idul Fitri 1446 Hijriah, Polres Padang Panjang melaporkan tidak ada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa.
Pada kesempatan itu, Finot mengatakan wilayah Panyalaian, Kecamatan X Koto merupakan salah satu titik rawan terjadinya kecelakaan. Terakhir, pihak kepolisian mencatat kejadian kecelakaan maut pada 26 Januari 2026.
Dalam insiden maut tersebut lima orang dilaporkan meninggal dunia, serta beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan itu melibatkan truk pengangkut pupuk dengan satu unit truk boks serta sejumlah kendaraan roda dua.
Menurutnya, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait tengah mengupayakan pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di lahan milik PT KAI pada KM 79+200 hingga KM 79+325. “Jalur penyelamat ini sangat penting untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya. (rmd)






