METRO SUMBAR

Jangan Sampai Dehidrasi, Cara Menjaga Cairan Tubuh Saat Puasa

×

Jangan Sampai Dehidrasi, Cara Menjaga Cairan Tubuh Saat Puasa

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Seseorang yang mengalami dehidrasi.

MENJAGA kecukupan cairan tubuh menjadi hal penting saat menjalankan ibadah puasa. Tanpa asupan cairan sepanjang hari, tubuh berisiko mengalami dehidrasi, terutama jika aktivitas cukup padat atau cuaca sedang panas.

Kondisi kekurangan ca­i­ran dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti lemas, pusing, hingga me­nurunnya konsentrasi saat beraktivitas. Karena itu, pengaturan pola makan dan minum yang tepat saat sahur dan berbuka sangat diperlukan agar tubuh tetap terhidrasi de­ngan baik.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh sejak waktu berbuka hingga sahur.

Pola minum secara bertahap sering dianjurkan, misalnya saat berbuka puasa, setelah makan ma­lam, dan saat sahur. Cara ini membantu tubuh tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup meski tidak minum sepanjang hari.

Selain air putih, cairan juga dapat diperoleh dari makanan yang mengandung banyak air. Buah-buahan seperti semangka, me­lon, jeruk, dan mentimun dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.

Baca Juga  Reinier Motivasi Pelajar Jauhi Narkoba

Mengonsumsi maka­nan tersebut saat sahur maupun berbuka dapat membantu tubuh menyimpan cairan lebih lama. De­ngan begitu, rasa haus di siang hari bisa diminimalkan.

Di sisi lain, konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh sebaiknya tidak berlebihan. Kandungan kafein bersifat diuretik yang dapat membuat tubuh lebih sering buang air kecil sehingga cairan tubuh le­bih cepat berkurang.

Hal yang sama juga berlaku untuk makanan yang terlalu asin. Kandungan garam yang tinggi dapat memicu rasa haus ka­rena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar natrium.

Aktivitas fisik yang terlalu berat juga sebaiknya dihindari saat berpuasa. Aktivitas berlebihan dapat membuat tubuh kehilangan cairan melalui keringat dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Baca Juga  Penggantian Ketua DPD Partai Nasdem Pessel Tunggu Intruksi DPP

Jika ingin berolahraga, waktu yang lebih aman ada­lah menjelang berbuka puasa atau setelah berbuka. Dengan demikian, cairan tubuh yang hilang da­pat segera diganti.

Pola makan saat sahur juga perlu diperhatikan. Menu sahur sebaiknya mengandung gizi seimbang seperti sayur, buah, dan sumber protein agar tubuh tetap bertenaga selama berpuasa.

Selain itu, penggunaan pakaian yang nyaman juga dapat membantu mengu­rangi risiko dehidrasi. Pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat akan membuat tubuh tetap nyaman saat beraktivitas.

Istirahat yang cukup juga tidak kalah penting. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan energi dan cairan tubuh sehingga puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat selama Ramadhan, risiko dehidrasi dapat diminimalkan. Tubuh pun tetap bugar untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari. (*/rom)