METRO BISNIS

DPRD Sumbar Siap Berkolaborasi untuk Perkuat Perlindungan Perempuan

×

DPRD Sumbar Siap Berkolaborasi untuk Perkuat Perlindungan Perempuan

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI— Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa melakukan audiensi dengan Komnas Perempuan.

PADANG, METRO–Kasus kekerasan terhadap perempuan di Su­matera Barat terus menjadi sorotan. Data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat, sedikitnya 1.200 ka­sus terjadi di provinsi ini, menjadikannya isu prioritas yang mendesak untuk ditangani.

Hal itu diungkapkan Wa­kil Ketua Komnas Perem­puan, Dahlia Madanih, saat beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sum­bar, Iqra Chissa, Rabu (27/8).

“Angka ini belum termasuk catatan kasus perceraian yang kami kumpulkan dari aparat penegak hukum. Kasus yang dialami korban sangat bera­gam, dan ini membutuhkan perhatian serius semua pihak,” tegas Dahlia.

Menurutnya, Komnas Perempuan mene­tap­kan tiga isu utama yang harus menjadi fokus bersama, pertama kekerasan terhadap perempuan, terutama dalam lingkup rumah tangga dan sosial.

Baca Juga  Motor ada Kendala di Jalan, Honda Care Menara Agung Siap Berikan Layanan di Mana saja

Kemudian yang kedua, keberagaman dan ruang perjumpaan antar kelompok, untuk mencegah konflik dan memperkuat tole­ransi. Yang ketiga, perlin­dungan perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam, agar mereka tidak termarjinalkan.

Dahlia menekankan, Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk me­numbuhkan toleransi dengan nilai-nilai budaya lokal yang kuat.

“Kami mendorong agar ada ruang perjumpaan yang sehat bagi kelompok berbeda, sehingga tidak muncul kesalahpahaman dan diskriminasi. Penting juga melibatkan suara perempuan dalam proses pembangunan da­mai,” ujar­­nya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Iqra Chissa, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan berba­gai lembaga untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan.

Baca Juga  Ponsel Lipat Samsung Galaxy Fold Dirilis

“DPRD Sumbar berkomitmen mendorong kebijakan yang pro-perempuan. Angka ini tidak bisa dibiarkan terus bertambah. Kita harus hadir memberikan solusi, termasuk penguatan regulasi dan pengawasan agar perlindungan berjalan optimal,” ungkap Iqra.

Ia juga menilai pentingnya peran masyarakat da­lam mendukung upaya pen­cegahan kekerasan.

“Tidak cukup hanya regulasi, tapi juga edukasi dan pengawasan di tingkat keluarga dan komuni­tas,” tambahnya.

Rekomendasi ini, lanjut Iqra, disusun berdasarkan konsultasi bersama ma­sya­rakat sipil dan pemerintah daerah.

“Ini bukan hanya isu perempuan, tapi isu bersama demi membangun Su­matera Barat yang inklusif dan aman bagi se­mua,” tu­tupnya.  (rgr)